Demensia: Memahami Perubahan Emosi dan Gangguan Tidur pada Penderita
- pixabay
Malang, WISATA – Demensia adalah gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif, termasuk memori, pemikiran, dan kemampuan berkomunikasi.
Selain gejala utama yang berkaitan dengan kognisi, penderita demensia sering menunjukkan perubahan perilaku dan emosi, seperti ketidaksabaran, kemarahan, dan gangguan tidur. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui perubahan biologis dan psikologis yang terjadi pada otak penderita.
Biasanya penderita demensia selain pelupa juga sering tidak sabar dan suka marah, penyebab gangguan emosi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kerusakan Otak: Demensia, terutama Alzheimer, menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang mengatur emosi, seperti amigdala dan korteks prefrontal. Hal ini membuat penderita sulit mengendalikan emosi mereka.
2. Kebingungan dan Frustrasi: Penderita sering merasa bingung karena kehilangan kemampuan untuk memahami lingkungan sekitar atau berkomunikasi dengan orang lain. Kebingungan ini dapat memicu frustrasi yang berujung pada kemarahan.
3. Perubahan Kepribadian: Demensia dapat menyebabkan perubahan kepribadian, termasuk peningkatan impulsivitas dan penurunan kemampuan untuk menahan diri.
4. Stres Lingkungan: Lingkungan yang tidak familiar atau perubahan rutinitas dapat membuat penderita merasa terancam, sehingga mereka menjadi lebih mudah marah.