Tim Ferriss: "The question you should be asking isn’t, ‘What do I want?’ or ‘What are my goals?’ but, ...."

Tim Ferriss Tokoh Stoicisme Modern
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA - Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang penuh target dan ekspektasi, Tim Ferriss, penulis buku best-seller The 4-Hour Workweek dan Tools of Titans, mengajarkan kita sebuah pendekatan yang berbeda untuk menemukan motivasi sejati. Kutipan ikoniknya ini mengungkapkan bahwa yang terpenting bukanlah sekadar menetapkan tujuan atau menginginkan sesuatu, melainkan mencari apa yang benar-benar membuat hati kita berdegup kencang. Artikel ini akan mengupas makna mendalam dari kutipan tersebut, bagaimana hal itu menggugah hasrat batin kita, dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai produktivitas serta kebahagiaan yang lebih sejati.

Mengalahkan Ego untuk Menjadi Diri yang Lebih Baik: Pelajaran dari Ryan Holiday

Pendahuluan: Mengapa Pertanyaan Ini Penting?

Di era yang sarat dengan pencapaian dan target, banyak dari kita sering kali terjebak dalam rutinitas menetapkan tujuan yang konvensional—apa yang kita inginkan atau target apa yang harus dicapai. Namun, pendekatan semacam ini terkadang membuat kita merasa hampa dan kehilangan gairah dalam perjalanan mencapai tujuan tersebut. Tim Ferriss mengajak kita untuk berpindah dari pola pikir tersebut dengan mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam: “Apa yang akan membuat saya bersemangat?” Pertanyaan ini tidak hanya mengundang kita untuk mencari apa yang benar-benar kita cintai, tetapi juga membuka jalan untuk mengungkap potensi dan kreativitas yang tersembunyi.

35 Kutipan Terbaik dari Heraclitus tentang Konsep Perubahan sebagai Dasar Realitas

2. Kutipan dan Maknanya

Tim Ferriss pernah berkata,
"The question you should be asking isn’t, ‘What do I want?’ or ‘What are my goals?’ but, ‘What would excite me?’"

Tim Ferriss: "Comfort is the enemy of progress."

Kutipan ini mengajarkan bahwa motivasi sejati berasal dari hasrat batin. Alih-alih hanya menetapkan target berdasarkan apa yang diharapkan oleh orang lain atau standar masyarakat, kita diajak untuk mendengarkan suara hati kita. Hasrat batin inilah yang mampu mendorong kita untuk mencapai sesuatu yang lebih bermakna dan memberikan kepuasan mendalam. Ferriss menekankan bahwa ketika kita menemukan apa yang benar-benar membuat kita bersemangat, energi dan kreativitas akan mengalir secara alami, tanpa harus dipaksa oleh tekanan eksternal.

3. Menggali Hasrat Batin: Langkah Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

3.1 Menemukan Jati Diri

Pertanyaan “Apa yang would excite me?” mengajak kita untuk melihat ke dalam diri dan mengenali apa yang benar-benar kita inginkan. Dalam proses ini, kita perlu meluangkan waktu untuk merenung dan mengevaluasi kembali nilai-nilai serta minat yang selama ini mungkin terabaikan. Dengan mengenal jati diri secara mendalam, kita akan menemukan bahwa keinginan sejati kita tidak selalu sejalan dengan target yang biasa ditetapkan oleh standar sosial. Kesadaran ini menjadi fondasi untuk membangun kehidupan yang autentik dan penuh gairah.

3.2 Mengubah Pola Pikir dari Target Menjadi Proses

Seringkali, kita terlalu fokus pada hasil akhir sehingga lupa menikmati proses yang membawa kita ke sana. Dengan mengajukan pertanyaan tentang apa yang membuat kita bersemangat, kita akan lebih terbuka untuk menikmati setiap langkah perjalanan. Ferriss percaya bahwa hidup bukan hanya tentang mencapai titik akhir, melainkan tentang bagaimana kita menjalani setiap momen dengan semangat dan antusiasme. Pendekatan ini memungkinkan kita untuk merayakan kemajuan kecil dan menemukan kebahagiaan dalam setiap proses.

3.3 Mengintegrasikan Hasrat dalam Setiap Aspek Kehidupan

Saat kita berhasil menemukan apa yang benar-benar membuat hati berdegup kencang, tantangan berikutnya adalah mengintegrasikan hasrat tersebut ke dalam semua aspek kehidupan. Ini bukan hanya tentang karier atau pekerjaan, tetapi juga tentang hubungan, hobi, dan cara kita menghabiskan waktu luang. Ferriss sendiri telah menerapkan prinsip ini dengan memilih aktivitas dan proyek yang sesuai dengan minat pribadinya. Dengan begitu, setiap hari menjadi kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menikmati hidup secara utuh.

4. Menerapkan Filosofi Hasrat Batin dalam Kehidupan Sehari-hari

4.1 Refleksi Diri Setiap Hari

Salah satu cara untuk mendengarkan hasrat batin adalah dengan melakukan refleksi diri secara rutin. Menulis jurnal, misalnya, bisa menjadi metode yang efektif untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan terdalam. Dengan mencatat apa yang membuat kita bersemangat, kita dapat melihat pola-pola yang muncul dan mengenali apa yang benar-benar penting bagi kita. Ferriss sendiri dikenal dengan kebiasaan menulis jurnal yang membantunya memetakan tujuan dan memantau pertumbuhan pribadi.

4.2 Mencoba Hal Baru

Berani mencoba hal baru juga merupakan bagian dari menemukan apa yang membuat kita bersemangat. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan bereksperimen dengan berbagai kegiatan atau minat. Setiap pengalaman baru bisa menjadi cermin yang menunjukkan apa yang benar-benar menggugah hati kita. Eksperimen kecil-kecilan ini, meskipun awalnya terasa asing, dapat membuka peluang untuk menemukan passion yang selama ini tersembunyi.

4.3 Mengelola Ekspektasi dan Tekanan Sosial

Tekanan dari lingkungan sekitar seringkali mempengaruhi cara kita menetapkan tujuan. Dengan bertanya pada diri sendiri “What would excite me?”, kita belajar untuk memisahkan keinginan sejati dari ekspektasi eksternal. Hal ini memerlukan keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ pada apa yang tidak selaras dengan nilai-nilai pribadi kita. Seiring waktu, kita akan belajar untuk mengelola ekspektasi dan lebih fokus pada apa yang benar-benar membawa kebahagiaan dan kepuasan.

4.4 Menggabungkan Kreativitas dengan Aksi

Motivasi yang berasal dari hasrat batin tidak hanya membuat kita bersemangat, tetapi juga mendorong kita untuk bertindak. Ferriss menunjukkan bahwa ketika kita berani mengikuti passion kita, ide-ide kreatif pun akan bermunculan. Transformasi ide menjadi aksi nyata adalah kunci untuk mencapai hasil yang luar biasa. Dengan memadukan kreativitas dengan tindakan konkret, kita tidak hanya menetapkan tujuan, tetapi juga mengubah impian menjadi kenyataan.

5. Dampak Filosofi Ini pada Kesuksesan Pribadi dan Profesional

Filosofi “What would excite me?” yang dianut oleh Tim Ferriss tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi, tetapi juga memiliki implikasi besar dalam dunia profesional. Saat kita mengintegrasikan hasrat batin ke dalam pekerjaan, produktivitas dan inovasi pun meningkat. Alih-alih bekerja semata-mata untuk memenuhi target atau standar eksternal, kita bekerja dengan semangat yang tulus, yang menghasilkan kinerja yang lebih optimal dan kreatif.

Di dunia bisnis yang kompetitif, kemampuan untuk menginspirasi diri sendiri menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan. Pendekatan Ferriss mengajarkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, melainkan dari bagaimana kita menjalani prosesnya dengan penuh gairah. Hal ini menjadi pendorong bagi banyak orang untuk mencari pekerjaan atau bahkan menciptakan karier yang sesuai dengan passion mereka, sehingga tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga kebahagiaan yang mendalam.

6. Studi Kasus: Ferriss dan Transformasi Melalui Passion

Tim Ferriss adalah contoh nyata bagaimana pertanyaan sederhana dapat mengubah hidup seseorang. Dari awal kariernya, ia tidak hanya terfokus pada mencari uang atau mencapai status tertentu. Ia ingin tahu apa yang benar-benar membuatnya bersemangat, dan itulah yang membawanya untuk mengeksplorasi berbagai bidang—mulai dari olahraga ekstrem, seni, hingga teknologi. Keberanian untuk mengikuti passion-nya telah membentuknya menjadi seorang inovator dan pemimpin yang visioner.

Melalui pendekatan ini, Ferriss berhasil menginspirasi banyak orang untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak memuaskan dan mencari sesuatu yang lebih berarti. Ia menunjukkan bahwa dengan mengikuti hasrat batin, seseorang dapat menciptakan peluang baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Ini adalah pelajaran berharga bagi siapa saja yang merasa terjebak dalam rutinitas monoton dan ingin menemukan jalan untuk mencapai kepuasan sejati dalam hidup.

7. Kesimpulan

Pertanyaan “What would excite me?” yang diusung oleh Tim Ferriss mengajarkan kita bahwa kunci motivasi sejati terletak pada hasrat batin. Alih-alih menetapkan target berdasarkan harapan orang lain atau standar konvensional, kita sebaiknya mencari apa yang benar-benar membuat hati kita berdebar. Dengan mendengarkan suara batin, melakukan refleksi, dan tidak takut untuk mencoba hal baru, kita dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan produktif.

Pendekatan ini bukan hanya mengubah cara kita memandang kesuksesan, tetapi juga membantu kita mengatasi tekanan dan ekspektasi yang sering kali menghambat kreativitas. Di dunia yang penuh distraksi dan tekanan, filosofi ini mengingatkan kita untuk kembali ke inti diri dan menemukan kembali apa yang membuat kita hidup dengan penuh semangat. Seperti yang telah dibuktikan oleh Tim Ferriss, hidup yang penuh gairah dan produktif dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana yang mengajak kita untuk mencari inspirasi sejati dari dalam diri.