Tim Ferriss: "Comfort is the enemy of progress."

Tim Ferriss Tokoh Stoicisme Modern
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA - Ketika berbicara tentang kesuksesan dan pertumbuhan diri, banyak dari kita cenderung mencari kenyamanan. Namun, bagi Tim Ferriss, zona nyaman justru adalah musuh utama kemajuan. Kutipan ini menjadi salah satu filosofi hidupnya yang membentuk karier dan kesuksesannya dalam berbagai bidang.

Mengapa Penderitaan Sering Kali Berasal dari Cara Kita Berpikir, Bukan dari Kejadiannya?

1. Kenyamanan yang Menjebak

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menghindari tantangan karena takut gagal atau merasa tidak siap. Namun, Ferriss mengingatkan bahwa stagnasi terjadi ketika kita terlalu nyaman dengan rutinitas. Tanpa tantangan baru, kita tidak akan berkembang. Itulah sebabnya ia selalu menantang dirinya sendiri dengan konsep "Voluntary Discomfort" atau secara sadar mencari ketidaknyamanan untuk mengasah ketangguhan mentalnya.

Dari Chrysippus hingga Immanuel Kant: Jejak Filsafat yang Mengubah Pemikiran tentang Logika, Etika, dan Pengetahuan

2. Mengapa Ketidaknyamanan Penting?

Ferriss bukan satu-satunya yang percaya bahwa pertumbuhan terjadi di luar zona nyaman. Para filsuf Stoik seperti Seneca dan Epictetus juga mengajarkan bahwa ketahanan dan kebijaksanaan berasal dari pengalaman sulit. Dengan menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan secara langsung, seseorang bisa mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, dan daya tahan.

Jangan Buang Waktu Mengeluh tentang Sesuatu yang di Luar Kendali. Fokuslah pada Apa yang Bisa Anda Lakukan

3. Cara Ferriss Mengaplikasikan Filosofi Ini

Ferriss memiliki beberapa kebiasaan unik untuk melatih ketahanan dan menghadapi ketidaknyamanan:

Halaman Selanjutnya
img_title