Tim Ferriss: "Comfort is the enemy of progress."
- Image Creator/Handoko
Jakarta, WISATA - Ketika berbicara tentang kesuksesan dan pertumbuhan diri, banyak dari kita cenderung mencari kenyamanan. Namun, bagi Tim Ferriss, zona nyaman justru adalah musuh utama kemajuan. Kutipan ini menjadi salah satu filosofi hidupnya yang membentuk karier dan kesuksesannya dalam berbagai bidang.
1. Kenyamanan yang Menjebak
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menghindari tantangan karena takut gagal atau merasa tidak siap. Namun, Ferriss mengingatkan bahwa stagnasi terjadi ketika kita terlalu nyaman dengan rutinitas. Tanpa tantangan baru, kita tidak akan berkembang. Itulah sebabnya ia selalu menantang dirinya sendiri dengan konsep "Voluntary Discomfort" atau secara sadar mencari ketidaknyamanan untuk mengasah ketangguhan mentalnya.
2. Mengapa Ketidaknyamanan Penting?
Ferriss bukan satu-satunya yang percaya bahwa pertumbuhan terjadi di luar zona nyaman. Para filsuf Stoik seperti Seneca dan Epictetus juga mengajarkan bahwa ketahanan dan kebijaksanaan berasal dari pengalaman sulit. Dengan menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan secara langsung, seseorang bisa mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, dan daya tahan.
3. Cara Ferriss Mengaplikasikan Filosofi Ini
Ferriss memiliki beberapa kebiasaan unik untuk melatih ketahanan dan menghadapi ketidaknyamanan: