Anjing Bernyanyi: Simbol Penting Pemulihan Ekosistem dan Pelestarian Alam Papua

Anjing Dingo
Sumber :
  • IG/gnfi

Tembagapura, WISATA – Anjing dingo, atau Canis familiaris hallstromi, yang dikenal juga sebagai New Guinea Singing Dog atau Anjing Bernyanyi Papua, adalah anjing yang menjadi salah satu simbol penting dalam pelestarian alam di Pulau Papua, Indonesia.

Destinasi Wisata dan Konservasi Pulau Tabuhan: Tempat Libur Lebaran Gubernur Khofifah dan Keluarga

Baru-baru ini anjing dingo ditemukan di kawasan reklamasi tambang Grasberg, Tembagapura, Papua, yang sebelumnya sudah dinyatakan punah sejak tahun 1970-an. Penemuan ini menunjukkan bahwa mereka masih ada di wilayah pegunungan tinggi. Mereka hidup di dataran tinggi hingga ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. Penemuan ini juga menandai pemulihan lingkungan bekas tambang terbuka PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kemunculan anjing dingo ini menarik perhatian dunia. Spesies liar ini tidak menggonggong, tetapi melolong lembut dengan irama khas. Meskipun liar, gerak-geriknya bersahabat, dan kini setidaknya tiga ekor ditemukan di sekitar Bunaken Overlook.

Mengenal Poesaka Djawi: Majalah Budaya Jawa Berusia 100+ Tahun di Museum Sonobudoyo

Anjing dingo ini memiliki ukuran badan kecil dibandingkan dengan anjing hutan lainnya. Jantan memiliki tinggi sekitar 45 cm dan panjang tubuh 65 cm, sedangkan betina memiliki tinggi sekitar 37 cm dan panjang tubuh 55 cm. Mereka dikenal dengan suara bernyanyi yang unik, yang berbeda dari gonggongan anjing biasa.

Anjing dingo adalah hewan endemik dari Pulau Papua dan merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati di sana. Populasi mereka sangat terbatas, dengan estimasi hanya sekitar 200 hingga 300 ekor di alam liar. Oleh karena itu, mereka menjadi fokus utama dalam upaya konservasi untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Agroforestry Skandinavia: Menyelami Keajaiban Ekowisata Hutan di Swedia, Finlandia, dan Norwegia

Anjing dingo ini tidak hanya penting dari segi keanekaragaman hayati, tetapi juga dari segi budaya bagi suku-suku Papua. Mereka dianggap hewan sakral dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Oleh suku Moni, anjing dingo juga dipercaya sebagai nenek moyang mereka. Keberadaannya menjadi simbol penting pemulihan ekosistem dan pelestarian alam Papua.

Beberapa lembaga konservasi telah melakukan penelitian dan upaya konservasi untuk melindungi anjing dingo ini. Misalnya, New Guinea Highland Wild Dog Foundation (NGHWDF) telah melakukan ekspedisi dan penelitian untuk mempelajari populasi anjing dingo di wilayah pegunungan Papua.

Halaman Selanjutnya
img_title