Mengenal Poesaka Djawi: Majalah Budaya Jawa Berusia 100+ Tahun di Museum Sonobudoyo
- IG/sonobudoyo
Yogyakarta, WISATA – Perpustakaan Museum Sonobudoyo, yang telah berdiri lebih dari 100 tahun, menyimpan berbagai koleksi langka yang menjadi saksi perkembangan kebudayaan Jawa. Salah satu yang paling berharga adalah majalah Poesaka Djawi, sebuah publikasi yang diterbitkan oleh Java-Instituut dari tahun 1922 hingga 1941.
Majalah ini menjadi sumber pengetahuan penting tentang seni, kerajinan, adat-istiadat, sastra, dan berbagai aspek kebudayaan Jawa. Ditulis dalam aksara Jawa dan menggunakan bahasa Jawa, Poesaka Djawi tidak hanya menjadi media informasi tetapi juga dokumen sejarah yang merekam kekayaan intelektual masyarakat Jawa di masa lalu.
Berbeda dengan majalah modern, Poesaka Djawi hanya terdiri dari 16 halaman per edisi dan terbit setiap bulan. Selama 19 tahun, Java-Instituut berhasil menerbitkan lebih dari 200 edisi, yang kini menjadi koleksi berharga di Perpustakaan Museum Sonobudoyo.
Menariknya, majalah ini memiliki kemiripan dengan majalah Djawa, karena keduanya diterbitkan dalam periode yang sama oleh lembaga yang sama. Namun, Poesaka Djawi lebih fokus pada pelestarian aksara dan bahasa Jawa, menjadikannya sebagai sumber literasi yang unik.
Perpustakaan Museum Sonobudoyo telah melakukan berbagai upaya konservasi, termasuk:
- Restorasi halaman yang rapuh
- Penyimpanan dalam kondisi terkontrol suhu & kelembapan
- Digitalisasi untuk mengurangi risiko kerusakan fisik
Meskipun terbit di era kolonial, Poesaka Djawi tetap menjadi referensi penting. Keberadaannya juga mengingatkan kita bahwa pelestarian budaya tidak hanya tentang benda fisik, tetapi juga tentang menjaga pengetahuan dan literasi tradisional. Sampai saat ini Poesaka Djawi masih merupakan referensi yang relevan. Terutama bagi: