Mengenal Massimo Pigliucci: Pembawa Stoikisme ke Zaman Modern
- Tangkapan Layar
Pigliucci berargumen bahwa meskipun Stoikisme berasal dari ribuan tahun lalu, ajarannya tetap relevan karena membahas persoalan universal manusia, seperti cara mengelola emosi, mencari makna hidup, dan menghadapi kesulitan. Filosofi ini tidak hanya menarik perhatian filsuf, tetapi juga praktisi bisnis, atlet, dan tokoh publik.
- Di Tempat Kerja
Banyak pemimpin bisnis menggunakan Stoikisme untuk membangun ketangguhan mental dan mengambil keputusan strategis di bawah tekanan. - Dalam Kehidupan Pribadi
Pigliucci mengilustrasikan bagaimana prinsip Stoik seperti amor fati (mencintai takdir) dapat membantu seseorang menerima kegagalan dan menemukan pelajaran di dalamnya.
Massimo Pigliucci dan Panduan Praktis Hidup Stoik
Dalam How to Be a Stoic, Pigliucci memberikan panduan praktis yang dapat diikuti oleh siapa saja, seperti:
- Latihan Pengendalian Diri
Dengan memahami bahwa emosi negatif sering kali disebabkan oleh persepsi, seseorang dapat melatih diri untuk merespons situasi dengan lebih bijaksana. - Mengadopsi Prinsip Epictetus
Salah satu prinsip penting Epictetus yang sering dikutip Pigliucci adalah: “Bukan apa yang terjadi pada kita yang menyebabkan penderitaan, melainkan bagaimana kita menafsirkannya.” - Fokus pada Kebajikan
Stoikisme mengajarkan bahwa hidup yang baik adalah hidup yang sesuai dengan kebajikan, seperti kebijaksanaan, keberanian, dan keadilan. Dalam konteks modern, ini berarti bertindak dengan integritas dalam setiap aspek kehidupan.
Kritik dan Tantangan
Seperti halnya filsafat lainnya, Stoikisme modern tidak luput dari kritik. Beberapa pihak berpendapat bahwa pendekatan praktis Pigliucci terlalu menyederhanakan filsafat Stoik yang kompleks. Namun, Pigliucci berpendapat bahwa kesederhanaan adalah kunci untuk menjangkau audiens yang lebih luas.