Thales: "Cinta adalah Kekuatan yang Menggerakkan Alam Semesta"

Thales Filsuf dan Matematikawan
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Malang, WISATA - Thales, seorang filsuf Yunani kuno yang dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah filsafat, telah meninggalkan warisan pemikiran yang memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Salah satu pandangan terkenalnya adalah tentang cinta. Thales pernah menyatakan, "Cinta adalah kekuatan yang menggerakkan alam semesta." Mari kita telusuri lebih dalam tentang pandangan Thales mengenai cinta dan implikasinya.

Cinta sebagai Sayap Jiwa: Pandangan Plato tentang Kekuatan Transendental Cinta

Thales: Seorang Filsuf Pra-Sokrates

Thales hidup sekitar abad ke-6 SM di kota Miletus, wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Turki. Dia dikenal sebagai salah satu dari Tujuh Orang Bijak Yunani, yang merupakan kelompok filsuf-filsuf terkemuka pada zamannya. Thales tidak hanya terkenal dalam bidang filsafat, tetapi juga dalam bidang matematika dan astronomi.

Sharon Lebell: Kebahagiaan Sejati Tidak Datang dari Hal-Hal Eksternal, tetapi dari Cara Memandang dan Merespons Dunia

Cinta dalam Pandangan Thales

Pernyataan Thales bahwa "Cinta adalah kekuatan yang menggerakkan alam semesta" memberikan gambaran tentang pandangannya yang mendalam tentang cinta. Berikut beberapa interpretasi dan implikasi dari pernyataan tersebut:

Protagoras, Gorgias, dan Hippias: Pilar Sofisme yang Mempengaruhi Politik dan Filsafat hingga Era Modern

Cinta sebagai Prinsip Pembentuk

Thales mungkin memandang cinta sebagai prinsip yang mendasari keberadaan dan harmoni alam semesta. Seperti keyakinannya bahwa air adalah prinsip dasar dari segala sesuatu, cinta juga dianggap sebagai prinsip yang membentuk dan menggerakkan segala sesuatu.

Halaman Selanjutnya
img_title