Heraclitus vs. Parmenides: Pertarungan Abadi tentang Perubahan dan Ketetapan

Filsuf Heraclitus
Sumber :
  • Image Creator Grok/Handoko

Argumen Logis Parmenides

Georg Wilhelm Friedrich Hegel: "Kebebasan Bukanlah Sebuah Keadaan, Melainkan Sebuah Proses"

Di sisi lain, Parmenides menggunakan pendekatan logis untuk mempertahankan keyakinannya bahwa hanya ada satu kebenaran yang tak terpengaruh oleh waktu. Dalam karyanya yang berjudul “On Nature”, Parmenides menyatakan bahwa perubahan hanyalah ilusi karena jika sesuatu berubah, maka ia tidak dapat benar-benar ada. Bagi Parmenides, kesatuan dan keabadian adalah sifat dasar dari realitas, dan segala hal yang tampak berubah hanyalah bayang-bayang atau fenomena sementara yang tidak mencerminkan kebenaran sejati.

Implikasi dalam Perkembangan Filsafat

Tiga Tokoh Sofis Era Yunani Beserta Konsepsi Ajarannya

Dampak pada Plato dan Aristoteles

Pertarungan antara Heraclitus dan Parmenides memberikan dasar bagi diskursus filosofis yang mendalam di kemudian hari. Plato, misalnya, mencoba menjembatani kedua pandangan ini dengan membedakan antara dunia nyata yang selalu berubah dan dunia ide yang tetap. Menurut Plato, dunia ide adalah realitas abadi, sedangkan dunia fisik hanyalah representasi yang tidak sempurna.

Belajar Sepanjang Hayat: Mengapa Mengetahui Segalanya Hanya Membuat Kita Berhenti Belajar

Aristoteles pun mengakui pentingnya perubahan, tetapi ia mengembangkan konsep aktualisasi—bahwa segala sesuatu memiliki potensi yang terus bergerak menuju bentuk finalnya. Dengan demikian, meskipun keduanya memiliki pandangan yang berbeda, baik Plato maupun Aristoteles menunjukkan betapa pentingnya kedua perspektif tersebut dalam memahami hakikat realitas.

Relevansi di Era Modern

Halaman Selanjutnya
img_title