Membedah Perbedaan Konsepsi Kebahagiaan: Pandangan Aristoteles vs. Al-Ghazali

Aristoteles dan Al-Ghazali (ilustrasi)
Sumber :
  • Image Creator Bing/Handoko

  • Aristoteles: Menekankan pentingnya pendidikan, pengembangan diri, dan kebajikan moral.
  • Al-Ghazali: Menekankan pentingnya spiritualitas, pengendalian diri, dan pengabdian kepada Tuhan.
Massimo Pigliucci: "Tidak Ada yang Benar-Benar Buruk atau Baik, Kecuali Bagaimana Kita Memilih untuk Menghadapinya"

3. Ketergantungan pada Duniawi

  • Aristoteles: Kebahagiaan sebagian bergantung pada faktor eksternal, seperti kesehatan dan persahabatan.
  • Al-Ghazali: Kebahagiaan sepenuhnya bersifat batiniah dan tidak tergantung pada hal-hal duniawi.

Relevansi dalam Kehidupan Modern

25 Kutipan Terbaik dari Tokoh Stoikisme Modern Massimo Pigliucci yang Bisa Dijadikan Inspirasi

Dalam dunia yang semakin kompleks dan materialistis, pandangan Aristoteles dan Al-Ghazali menawarkan wawasan yang berharga. Banyak orang merasa terjebak dalam perlombaan materi, mencari kebahagiaan di luar dirinya. Padahal, data menunjukkan bahwa kebahagiaan sering kali lebih terkait dengan faktor-faktor internal, seperti kepuasan hidup dan kesehatan mental.

Misalnya, survei dari Gallup Global Emotions 2023 menemukan bahwa meskipun pendapatan global meningkat, tingkat stres dan kecemasan juga naik. Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata tergantung pada kekayaan materi, seperti yang ditegaskan oleh Al-Ghazali.

Tak Semua Harus Diperjuangkan! Mark Manson Mengajarkan Cara Hidup Tanpa Drama

Namun, pandangan Aristoteles tentang pentingnya tindakan dan kebajikan juga relevan. Dalam era digital, di mana banyak orang tergoda untuk mencari kebahagiaan instan melalui media sosial, pandangan ini mengingatkan kita untuk fokus pada pengembangan diri dan hubungan yang bermakna.

Halaman Selanjutnya
img_title