René Descartes: Bapak Filsafat Modern dan Makna 'Cogito, Ergo Sum'

René Descartes:
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA - René Descartes adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran manusia. Dikenal sebagai "Bapak Filsafat Modern," kontribusi Descartes melampaui batas-batas filsafat, menjangkau matematika, sains, dan epistemologi. Salah satu gagasannya yang paling terkenal adalah ungkapan "Cogito, Ergo Sum" atau "Aku berpikir, maka aku ada", yang menjadi tonggak utama dalam pemahaman tentang kesadaran dan eksistensi manusia.

Menelusuri Pemikiran Hegel: Antara Metafisika, Kesadaran, dan Sejarah

Siapa René Descartes?

René Descartes lahir pada 31 Maret 1596 di La Haye en Touraine, Prancis, yang sekarang dikenal sebagai Descartes untuk menghormatinya. Ia memulai pendidikannya di Jesuit College Royal Henry-Le-Grand, di mana ia mengasah kemampuan logikanya. Kariernya sebagai filsuf dimulai dengan dorongan untuk meragukan semua hal yang sebelumnya dianggap pasti, sebuah pendekatan yang disebut sebagai metode keraguan.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel: Filsuf Jerman yang Merumuskan Gerak Sejarah Melalui Dialektika

Di era di mana gereja memiliki otoritas absolut atas kebenaran, Descartes menawarkan pendekatan baru yang berbasis pada rasionalitas. Metode ini menantang keyakinan dogmatis dan mendorong pemikiran kritis sebagai alat untuk mencari kebenaran.

Makna Mendalam "Cogito, Ergo Sum"

Warisan Hegel: Pengaruh Dialektika Idealisme dalam Pemikiran Filsafat dan Politik

Ungkapan "Cogito, Ergo Sum" pertama kali muncul dalam karya Descartes, Meditations on First Philosophy (1641). Dalam buku tersebut, Descartes menguraikan langkah-langkah berpikir kritis yang membawanya pada kesimpulan bahwa eksistensinya sebagai makhluk berpikir tidak dapat diragukan.

Makna dari ungkapan ini sangat mendalam:

Halaman Selanjutnya
img_title