Saxifraga candelabrum Terbukti Tumbuhan Karnivora Pemburu Serangga

Saxifraga candelabrum
Sumber :
  • earth.com

Malang, WISATA – Peneliti mengonfirmasi Saxifraga candelabrum sebagai tumbuhan karnivora baru, membuktikan intuisi Charles Darwin 150 tahun lalu tentang tanaman pemakan serangga.

img_title Misteri Virectaria stellata: Tanaman Tebing Guinea yang 'Mencuri' Gen Tetangga?

Dunia tumbuh-tumbuhan selalu menyimpan teka-teki ilmiah yang menakjubkan bagi kita semua. Selama ini kita mengenal tumbuhan karnivora lewat bentuk jebakan yang sangat dramatis. Namun, menangkap mangsa hanyalah separuh cerita dari fenomena alam ini. Agar bisa dikategorikan secara sah sebagai spesies pemburu, suatu tanaman harus mampu mencerna mangsa dan menyerap nutrisi penting dari tubuh serangga tersebut. Riset mendalam dari Kunming Institute of Botany yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional berhasil menguatkan bukti baru yang sangat memikat mengenai spesies unik bernama Saxifraga candelabrum.

Teori Charles Darwin yang Akhirnya Terbukti

img_title Kucing dan Anjing Mulai Mirip Satu Sama Lain, Berkat Evolusi Manusia

Pada tahun 1875, naturalis legendaris Charles Darwin dalam bukunya Insectivorous Plants pernah mencurigai dua jenis Saxifraga sebagai spesies pemangsa karena memiliki rambut-rambut lengket penangkap mangsa. Kala itu, eksperimen sederhana yang dilakukan Darwin belum mampu memberikan kesimpulan pasti sehingga statusnya tetap menjadi misteri ilmiah selama lebih dari satu abad. Kini, tim ilmuwan internasional memanfaatkan teknologi modern untuk menguji gagasan klasik tersebut pada spesies Saxifraga candelabrum yang tumbuh subur di celah bebatuan terjal Tiongkok barat daya pada ketinggian 2.500 hingga 3.300 meter di atas permukaan laut. Lingkungan pegunungan alpine yang sangat miskin hara menjadikan bangkai serangga sebagai sumber nitrogen alami yang amat berharga bagi kelangsungan hidupnya.

Trik Aroma Bunga dan Cairan Lengket

img_title Anak Taung: Kisah Kontroversial Penemuan Fosil yang Membuktikan Asal-usul Manusia di Afrika

Pengamatan langsung di alam liar menunjukkan bahwa spesimen dewasa tanaman ini rata-rata menjebak 71 serangga kecil pada bagian tangkai bunganya. Peneliti juga memeriksa spesimen koleksi herbarium yang dikumpulkan sejak tahun 1888 hingga 2016 dan menemukan fenomena serupa pada 43 dari 45 spesimen. Hal ini membuktikan bahwa fenomena penangkapan tersebut merupakan bagian rutin dari siklus hidup tumbuhan karnivora pemakan serangga ini, bukan sekadar kebetulan musiman. Uniknya, bunga ini memancarkan senyawa volatile seperti beta-myrcene serta eucalyptol untuk memikat perhatian mangsa lewat aroma khusus, sementara lebah penyerbuk tetap aman dari jebakan.

Bukti Enzim Pencerna dan Penyerapan Nutrisi

Halaman Selanjutnya
img_title