7 Manfaat Bunga Lawang untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Senyawa Bioaktif
- IG/minyakkutuskutus.88
Jakarta, WISATA – Bunga lawang atau star anise merupakan rempah berbentuk bintang yang tidak hanya populer sebagai penyedap masakan, tetapi juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tanaman dengan nama ilmiah Illicium verum ini memiliki aroma khas yang berasal dari minyak atsiri, terutama senyawa trans-anethole.
Sejumlah penelitian modern menemukan bahwa bunga lawang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Namun, penting dipahami bahwa sebagian besar bukti tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan, sehingga tidak semuanya dapat langsung dianggap sebagai khasiat pengobatan pada manusia.
1. Memiliki aktivitas antimikroba
Ekstrak dan minyak esensial bunga lawang menunjukkan aktivitas terhadap sejumlah mikroorganisme. Penelitian menemukan adanya potensi antibakteri dan antijamur dari Illicium verum. Kandungan trans-anethole menjadi salah satu senyawa yang banyak dikaji terkait aktivitas tersebut.
2. Sumber senyawa antioksidan
Bunga lawang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Sejumlah penelitian menggunakan berbagai metode pengujian menunjukkan ekstrak dan minyak esensialnya mampu menangkal radikal bebas dalam kondisi laboratorium.
3. Mendukung kesehatan pencernaan
Dalam pengobatan tradisional, bunga lawang telah digunakan untuk berbagai keluhan pencernaan. Kajian ilmiah juga mencatat adanya potensi efek gastroprotektif dan spasmolitik dari tanaman ini. Meski demikian, penelitian klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
4. Mengandung asam shikimat
Salah satu keistimewaan bunga lawang adalah kandungan asam shikimat, senyawa yang menjadi bahan awal dalam pembuatan oseltamivir, obat antivirus yang digunakan untuk influenza. Namun, keberadaan asam shikimat tidak berarti mengonsumsi bunga lawang dapat menggantikan obat flu.
5. Berpotensi memiliki efek antiinflamasi
Penelitian terhadap Illicium verum menunjukkan adanya aktivitas antiinflamasi dari ekstrak maupun senyawa tertentu. Potensi ini masih menjadi objek penelitian dan belum dapat dijadikan dasar untuk mengobati penyakit peradangan secara mandiri.
6. Berpotensi memberikan efek menenangkan
Kajian farmakologi mencatat adanya aktivitas sedatif pada bunga lawang. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini secara tradisional dikaitkan dengan efek menenangkan. Namun, bukti klinis mengenai manfaatnya untuk gangguan tidur masih terbatas.