Rahasia Stoicisme ala Pierre Hadot: Hidup Bijaksana di Tengah Kekacauan

Pierre Hadot
Sumber :
  • Image Creator Grok/Handoko

Jakarta, WISATA - Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks dan serba cepat, banyak orang merasa kewalahan menghadapi stres, kecemasan, dan ketidakpastian yang datang silih berganti. Di tengah kekacauan tersebut, terdapat sebuah pelajaran berharga yang berasal dari masa lalu dan mampu mengubah cara pandang kita terhadap hidup. Pierre Hadot, seorang filsuf Prancis yang telah lama meninggalkan dunia ini, menghidupkan kembali ajaran Stoicisme dengan cara yang relevan untuk zaman sekarang. Melalui pemikirannya, kita diajak untuk menemukan ketenangan dan kebijaksanaan di tengah derasnya arus kehidupan yang penuh gejolak.

Mengapa Stoicisme Pierre Hadot Relevan di Dunia yang Penuh Stres?

Mengenal Pierre Hadot dan Jejak Pemikirannya

Pierre Hadot lahir pada tahun 1922 dan mengawali perjalanan intelektualnya dengan hasrat mendalam terhadap filsafat. Sejak muda, Hadot telah menelusuri karya-karya para pemikir besar seperti Plato, Aristoteles, dan terutama para filsuf Stoik kuno seperti Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Bagi Hadot, filsafat bukanlah sekadar kumpulan teori abstrak yang disimpan di dalam buku-buku tebal, melainkan sebuah cara hidup yang harus dijalani secara nyata.

Pierre Hadot dan Filosofi Sebagai Cara Hidup: Panduan Menjadi Stoik Modern

Dalam perjalanan akademisnya, Hadot mengembangkan pemikiran yang menggabungkan kajian mendalam terhadap teks-teks kuno dengan praktik kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa untuk mencapai kebijaksanaan sejati, seseorang harus mengintegrasikan filsafat ke dalam setiap aspek kehidupannya. Pemikiran ini dituangkan dalam karya terkenalnya, Philosophy as a Way of Life, yang menekankan bahwa latihan mental, meditasi, dan refleksi diri merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Stoicisme: Kunci untuk Menghadapi Kekacauan

Jejak Kebijaksanaan: Pelajaran Hidup dari Plato, Buddha, Rumi, dan Sunan Kalijaga

Ajaran Stoicisme yang dikaji oleh Hadot menawarkan pandangan bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh peristiwa eksternal, melainkan oleh cara kita meresapi dan meresponnya. Dalam pandangan Stoik, banyak hal dalam hidup berada di luar kendali kita, seperti cuaca, peristiwa alam, atau bahkan sikap orang lain. Oleh karena itu, daripada menghabiskan energi untuk melawan kenyataan yang tidak bisa diubah, bijaksanalah untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan, yaitu pikiran, sikap, dan tindakan kita sendiri.

Di tengah dunia modern yang serba cepat dan penuh dengan distraksi, konsep ini sangat relevan. Tekanan untuk terus berprestasi, persaingan di dunia kerja, dan gangguan informasi yang tak berkesudahan sering kali membuat kita kehilangan keseimbangan. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip Stoik, kita diajak untuk menenangkan pikiran dan menerima bahwa setiap pengalaman, baik positif maupun negatif, memiliki nilai pembelajaran. Dengan demikian, kita tidak mudah terombang-ambing oleh emosi, melainkan mampu mempertahankan ketenangan batin yang memungkinkan kita berpikir jernih dan mengambil keputusan yang lebih bijaksana.

Halaman Selanjutnya
img_title