Solusi Cerdas Mengatasi Gladiol yang Enggan Berbunga Mewah
- the spruce
Malang, WISATA – Pahami berbagai penyebab bunga gladiol tidak mekar sempurna beserta solusi praktis dari para ahli agar taman Anda kembali dipenuhi warna-warni memikat.
Berkebun dan mengoleksi tanaman hias merupakan hobi yang mendatangkan kepuasan tersendiri bagi para pecinta flora. Salah satu pesona utama di halaman rumah adalah kehadiran bunga gladiol yang anggun dengan tangkai jangkung dan warna-warni memikat. Namun, ada kalanya penggemar hobi menanam dibuat kecewa saat hobi menanam gladiol kesayangan hanya menghasilkan dedaunan tanpa menampilkan sekuntum bunga pun. Padahal, satu tangkai tanaman ini sejatinya mampu menghasilkan hingga 20 kuncup bunga yang sangat indah.
1. Usia Umbi yang Belum Matang
Salah satu alasan mendasar mengapa bunga enggan bermekaran adalah faktor usia umbi (corm). Umbi yang sudah tua biasanya akan menghasilkan umbi anak yang lebih kecil (cormlet). Menurut ulasan dari media hortikultura Ideal Home, umbi muda tahun pertama atau cormlet umumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk mencapai kematangan yang cukup sebelum sanggup menghasilkan kuncup Bunga. Jika Anda memisahkan rumpun tanaman, sangat disarankan untuk menanam kembali umbi-umbi yang berukuran paling besar.
2. Kurangnya Paparan Sinar Matahari
Tanaman tropis ini membutuhkan sinar matahari langsung setidaknya enam jam setiap hari agar batang bunganya tumbuh kokoh. Jika ditanam di tempat yang terlalu teduh, energi tanaman justru akan terserap untuk menumbuhkan daun, bukan bunga. Apabila Anda menanamnya di dalam pot, segeralah memindahkan pot tersebut ke area yang lebih terik. Bagi tanaman yang berada di tanah, Anda perlu menunggu hingga musim gugur tiba untuk membongkar umbi dan memindahkannya ke lokasi yang lebih terang pada musim tanam berikutnya.
3. Kesalahan Pemilihan Pupuk
Pemberian nutrisi yang kurang tepat juga bisa merusak potensi pemekaran. Pupuk yang kaya akan kandungan nitrogen memang bagus untuk pertumbuhan vegetatif, namun konsumsi nitrogen berlebih justru memicu daun tumbuh lebat dan menghambat pembentukan kuncup. Para ahli menyarankan untuk beralih ke pupuk yang kaya akan kalium (potash), seperti pupuk tanaman tomat, demi merangsang perkembangan kuncup secara optimal.