Mulsa Jerami Jadi Solusi Pertanian Saat Kemarau, Terbukti Menjaga Kelembapan Tanah dan Meningkatkan Hasil Panen
- IG/songgolangitpersadabali
Jakarta, WISATA – Musim kemarau sering menjadi tantangan bagi petani karena berkurangnya ketersediaan air di lahan pertanian. Tanah yang cepat mengering dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan menyebabkan penurunan hasil panen. Salah satu cara sederhana yang terbukti efektif mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan mulsa jerami, yaitu lapisan jerami yang diletakkan di permukaan tanah untuk melindungi area perakaran tanaman.
Teknik ini telah lama diterapkan dalam pertanian berkelanjutan karena mampu mengurangi kehilangan air akibat penguapan sekaligus memperbaiki kualitas tanah. Selain memanfaatkan limbah pertanian, mulsa jerami juga menjadi alternatif ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh petani dengan biaya relatif rendah.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jerami memiliki manfaat yang lebih besar daripada sekadar menutup permukaan tanah. Lapisan jerami bekerja sebagai pelindung yang mengurangi paparan sinar matahari langsung sehingga air di dalam tanah tidak mudah menguap. Selain menjaga kadar air, jerami dapat memperbaiki struktur tanah melalui peningkatan kandungan bahan organik. Tanah yang kaya bahan organik memiliki kemampuan menyimpan air lebih baik, sehingga akar tanaman tetap memperoleh pasokan air meskipun curah hujan rendah.
Temuan serupa dipublikasikan oleh Zhang Peng dan tim dalam jurnal Scientific Reports. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa jerami mampu meningkatkan kandungan air tanah sekitar 0,7 hingga 22,5 persen dibandingkan lahan tanpa mulsa. Selain itu, efisiensi penggunaan air oleh tanaman juga meningkat lebih dari 24 persen, yang berarti tanaman mampu memanfaatkan air secara lebih optimal untuk pertumbuhan.
Tidak hanya berdampak pada cadangan air, mulsa jerami juga membantu menjaga suhu tanah agar lebih stabil. Lapisan jerami mampu mengurangi fluktuasi suhu ekstrem pada siang maupun malam hari. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang lebih ideal bagi perkembangan mikroorganisme tanah, yang berperan penting dalam menguraikan bahan organik dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.
Di Indonesia, manfaat mulsa jerami juga telah dibuktikan melalui berbagai penelitian hortikultura. Salah satunya dipublikasikan dalam Jurnal Hortikultura Indonesia, yang menunjukkan bahwa penggunaan mulsa organik dari jerami mampu meningkatkan kelembapan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan vegetatif dan produktivitas tanaman lebih baik dibandingkan lahan tanpa mulsa.