Paulo Freire: Ketika yang Tertindas Berubah Menjadi Penindas

"Pedagogy of the Oppressed" – Paulo Freire
Sumber :
  • Cuplikan layar

Jakarta, WISATA - Dalam dunia pendidikan dan perjuangan sosial, sedikit kutipan yang sekuat dan setajam pernyataan Paulo Freire ini:
“Orang-orang yang ditekan, jika benar-benar menginternalisasi citra penindas dan mengadopsi pedoman mereka, cenderung menjadi penindas pada gilirannya.”

img_title Warisan Pemikiran René Descartes dalam Dunia Filsafat dan Ilmu Modern

Kutipan ini muncul dalam buku legendaris Freire, Pedagogy of the Oppressed, yang telah menjadi panduan penting dalam memahami dinamika penindasan dan pembebasan dalam pendidikan serta masyarakat luas. Freire mengingatkan bahwa penindasan bukan hanya soal struktur luar, tapi juga soal bagaimana struktur itu menanamkan cara berpikir ke dalam jiwa orang-orang yang tertindas.

Dari Tertindas Menjadi Penindas

img_title René Descartes: Bapak Filsafat Modern yang Mengubah Cara Dunia Berpikir

Freire menjelaskan bahwa salah satu bahaya besar dalam proses pembebasan adalah ketika orang yang tertindas justru meniru perilaku dan pola pikir penindas. Proses ini bisa terjadi secara halus dan tanpa disadari. Ketika seseorang tumbuh dalam sistem yang menindas, ia kerap belajar bahwa cara satu-satunya untuk memiliki kuasa adalah dengan meniru perilaku mereka yang dulu menindasnya.

Alih-alih membangun dunia yang lebih adil dan setara, ia malah mengulang pola kekuasaan yang menindas. Maka tak jarang, dalam sejarah, revolusi yang dipimpin oleh kelompok tertindas justru melahirkan tirani baru, karena para pemimpinnya menginternalisasi struktur kekuasaan lama.

img_title Socrates dan Pendidikan: Bukan Sekadar Transfer Ilmu, Tapi Membentuk Jiwa

Internalisasi Citra Penindas

Apa yang dimaksud Freire dengan “menginernalisisasi citra penindas”? Ini berarti seseorang mulai melihat dunia, orang lain, dan dirinya sendiri dengan kacamata penindas. Ia mulai mempercayai bahwa kekuasaan, otoritas, dan kendali atas orang lain adalah cara satu-satunya untuk mendapat tempat dalam masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, hal ini tampak dalam sistem belajar yang meniru model otoriter. Seorang guru, yang dulunya mungkin mengalami ketertindasan dari sistem pendidikan yang kaku dan represif, ketika menjadi pengajar, bisa saja mengulang cara yang sama: menekan murid, melarang bertanya, menanamkan ketakutan, dan menuntut kepatuhan mutlak.

Alih-alih menciptakan ruang pembelajaran yang membebaskan dan dialogis, ia tanpa sadar menjadi bagian dari sistem penindasan baru.

Mengapa Ini Terjadi?

Freire percaya bahwa proses ini terjadi karena penindasan mencabut otonomi dan martabat manusia. Orang yang tertindas tidak hanya dirampas haknya, tetapi juga kehilangan rasa percaya diri, harga diri, dan visinya tentang dunia yang lebih baik. Dalam situasi seperti itu, meniru penindas tampak sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali rasa kuasa dan kontrol atas hidup.

Halaman Selanjutnya
img_title