10 Pemikiran Ekonomi dari Ibnu Khaldun yang Menginspirasi

Mukadimah Karya Ibnu Khaldun
Sumber :
  • Cuplikan layar

3. Pentingnya Solidaritas Sosial (Asabiyyah)

Wisatawan Jadi Pahlawan Ekonomi, Kunjungan Liburan Dongkrak Pertumbuhan RI di Tengah Gejolak Global

Konsep asabiyyah atau solidaritas sosial adalah salah satu inti pemikiran Ibnu Khaldun. Menurutnya, kekuatan kolektif dan kebersamaan masyarakat merupakan pendorong utama keberhasilan suatu peradaban. Solidaritas inilah yang memungkinkan masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan eksternal dan membangun fondasi ekonomi yang kuat.

Implikasi Modern:
Di era sekarang, fenomena seperti kohesi sosial dan kepercayaan antarwarga terbukti memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi. Negara-negara dengan tingkat kepercayaan sosial yang tinggi sering kali memiliki sistem ekonomi yang lebih stabil dan inovatif. Data survei global dari World Values Survey mendukung bahwa masyarakat yang bersatu dan saling percaya cenderung lebih produktif dan inovatif.

Seneca: Kerajaan yang Berdiri di Atas Ketidakadilan Tidak Akan Pernah Bertahan Lama

4. Distribusi Kekayaan yang Merata

Ibnu Khaldun menekankan bahwa konsentrasi kekayaan pada segelintir elit dapat mempercepat keruntuhan peradaban. Ia mendorong distribusi kekayaan yang merata agar tercipta keadilan sosial yang mendukung stabilitas ekonomi. Konsep redistribusi kekayaan dalam Islam diwujudkan melalui mekanisme zakat, wakaf, dan sedekah.

Bagaimana Aristoteles Mempengaruhi Ilmu Politik Modern? Pemikiran Abadi yang Tetap Relevan

Fakta Terkini:
Di Indonesia, potensi zakat diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun per tahun menurut laporan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Jika dana ini dikelola dengan baik, dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu.

5. Peran Negara sebagai Fasilitator

Halaman Selanjutnya
img_title