Pesona Masjid Kariye di Istanbul: Keindahan Mosaik Kuno yang Memukau
- arkeonews.net
Malang, WISATA – Saksikan kemegahan Masjid Kariye di Istanbul yang menyimpan mosaik kuno nan indah, warisan seni Bizantium yang sarat nilai sejarah dan daya tarik spiritual.
Menjelajahi sudut-sudut bersejarah di kota Istanbul selalu menawarkan sensasi perjalanan yang tak terlupakan bagi para pecinta seni dan budaya. Kota indah yang membelah Benua Eropa dan Asia ini menyimpan banyak permata arsitektur yang menawan. Salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda adalah Masjid Kariye, yang dahulu dikenal sebagai Gereja Chora. Di dalam bangunan bersejarah ini, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan mosaik kuno yang masih terawat dengan sangat anggun meski telah berusia sekitar tujuh abad.
Mosaik Kuno dan Keagungan Seni Bizantium
Memasuki ruangan utama bangunan bersejarah ini, pandangan Anda akan langsung tertuju pada dinding sebelah barat. Di sana terhampar mosaik kuno langka yang menggambarkan peristiwa Dormition of the Virgin Mary atau Koimesis. Karya seni ini diciptakan pada masa restorasi besar-besaran di bawah arahan negarawan Bizantium, Theodore Metochites, sekitar tahun 1316 hingga 1321. Mosaik spektakuler ini merupakan satu dari tiga Mosaik kuno yang berhasil bertahan di area naos, menjadikannya salah satu peninggalan seni era Palaiologan paling berharga di dunia.
Secara visual, gambar ini menampilkan Maria yang terbaring damai di atas tempat tidur jenazah yang dihiasi kain indah, dikelilingi oleh para rasul dan pelayat. Tepat di belakangnya, berdiri sosok Kristus yang dikelilingi oleh pancaran cahaya mandorla dan para malaikat. Keunikan utama dari komposisi seni ini terletak pada pembalikan simbol visual tradisional: Kristus memegang sosok kecil berbalut kain putih yang melambangkan jiwa ibunya untuk diantar menuju surga.
Koimesis (
- arkeonews.net/José Luiz Bernardes Ribeiro
Perjalanan Panjang Bangunan Bersejarah Kariye
Bangunan yang kini menjadi ikon destinasi bersejarah di Istanbul ini memiliki latar belakang sejarah yang sangat dinamis. Setelah penaklukan Konstantinopel oleh Kesultanan Utsmaniyah, bangunan ini sempat difungsikan sebagai tempat ibadah umat Kristen selama beberapa dekade sebelum diubah menjadi masjid pada tahun 1511 oleh Wazir Agung Hadım Ali Pasha. Menariknya, alih-alih dihancurkan, sebagian besar ornamen karya seni indah di dalamnya dilapisi dengan plesteran semen, cat, atau penutup kayu secara perlahan.