Pesona Akulturasi di Masjid Jamek Cina Muslim Klang
- freemalaysiatoday.com
Malang, WISATA – Masjid unik berarsitektur Tiongkok di Selangor ini menjadi simbol harmoni budaya yang megah sekaligus destinasi wisata religi yang menenangkan jiwa.
Pernahkah Anda membayangkan sebuah rumah ibadah yang memadukan keagungan syiar Islam dengan keanggunan seni tradisional Asia Timur? Jika Anda sedang berkunjung ke Selangor, Malaysia, luangkanlah waktu untuk singgah di Bandar Botanik, Klang. Di sana berdiri kokoh sebuah masjid megah yang baru saja resmi dibuka untuk umum pada Agustus 2024. Destinasi religi ini bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan sebuah mahakarya visual yang membuktikan bahwa keyakinan spiritual bisa melebur dengan sangat indah tanpa harus menanggalkan warisan leluhur.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di pelatarannya, sudut pandang Anda tentang bangunan suci akan langsung diperkaya. Kompleks tempat ibadah ini dikenal sebagai sebuah masjid unik yang secara khusus dibangun atas titah langsung Sultan Selangor. Beliau menghendaki adanya sebuah ruang spiritual yang merepresentasikan keberagaman etnis Muslim di negara bagian tersebut, khususnya masyarakat keturunan Tionghoa dan India. Kehadiran bangunan ini menjadi penanda kontemporer bahwa nilai-nilai universal dapat diekspresikan melalui berbagai medium kebudayaan.
Kemegahan Arsitektur yang Terinspirasi dari Kota Kuno Xi'an
Daya tarik utama yang langsung mencuri perhatian setiap pelancong adalah desain fisiknya. Bangunan ini dirancang sebagai masjid unik arsitektur Tiongkok pertama di Selangor, yang kiblat estetikanya merujuk langsung pada Great Mosque of Xi'an di daratan Tiongkok, sebuah situs bersejarah yang telah berusia lebih dari 1.200 tahun. Modifikasi budaya ini terlihat sangat kental pada atap berlapis dengan genting abu-abu tradisional yang memberikan kesan otentik nan bersahaja.
Salah satu struktur ikonik di area luar adalah sebuah pagoda tiga tingkat yang menjulang tinggi. Alih-alih menggunakan menara konvensional, menara berbentuk pagoda ini berfungsi sebagai tempat pemantauan bulan untuk menentukan awal bulan penanggalan Hijriah. Berjalan lebih detil ke area interior, Anda akan disambut oleh pintu kayu besar berpasak besi khas gerbang istana kuno serta dinding yang dihiasi seni kaligrafi Arab yang dipadukan dengan aksen calligraphy gaya Tiongkok. Pihak pengelola bahkan menyediakan mushaf Al-Qur'an dengan terjemahan bahasa Mandarin di dalam ruang utama sholat.