Menemukan Kehangatan Nusantara di Masjid Jawa Bangkok

Masjid Jawa di Bangkok
Sumber :
  • Instagram/addwitama

Bangkok, WISATA – Pelesiran ke Bangkok tidak melulu soal kuil megah. Yuk, intip keunikan Masjid Jawa di kawasan Sathorn yang menyimpan jejak sejarah erat antara Jawa dan Thailand!

img_title Desa Wisata Cikakak, Kampung Adat Banyumas dengan Kera Jinak dan Masjid Tertua di Indonesia

Bangkok selalu punya cara magis untuk memikat hati para pelancong dunia dengan kuil-kuil emasnya yang megah, pusat belanja modern yang gemerlap, dan kuliner pasar terapungnya yang ramai. Namun, tahukah Anda bahwa di balik hiruk-pikuk kota metropolitan yang super sibuk ini, terselip sebuah tempat ibadah bersejarah berasitektur Nusantara bernama Masjid Jawa? Menemukan Masjid Jawa unik ini bagaikan menemukan oase spiritual yang membawa ingatan kita langsung pulang ke kampung halaman di tanah Jawa. Menemukan Masjid Jawa unik di Bangkok yang tenang ini membawa keteduhan batin tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung. Terletak tersembunyi di distrik Sathorn, rumah ibadah ini menjadi saksi hidup dari eratnya persahabatan lintas negara sejak masa lampau.

Romantika Sejarah dan Hubungan Baik dengan Kerajaan ThailandKisah terbentuknya komunitas muslim di kawasan ini berawal pada akhir abad ke-19, ketika para pekerja migran asal Jawa Tengah, khususnya dari daerah Kendal dan Demak, memutuskan merantau ke Bangkok untuk mencari peluang hidup yang baru. Kedatangan mereka kala itu rupanya berkaitan erat dengan perjalanan dinas Raja Rama V. Dalam kunjungannya ke pulau Jawa, sang Raja sangat terpesona oleh keindahan taman-taman di sana dan berhasrat membangun taman umum serupa di Bangkok, yang kini dikenal sebagai Lumpini Park yang tersohor.  

img_title Mulud Adat Bayan, Ritual Sakral di Masjid Tertua Lombok yang Padukan Islam dan Budaya Sasak

Untuk mewujudkannya, sang Raja memboyong para perajin taman dan pekerja terampil dari Jawa. Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan loyalitas mereka, pihak kerajaan Thailand memberikan sebidang tanah untuk ditinggali yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jawa. Di sinilah, sekitar tahun 1906, seorang tokoh bernama Haji Muhammad Saleh mewakafkan tanahnya untuk mendirikan sebuah masjid sebagai pusat kegiatan spiritual warga setempat.

Pesona Arsitektur Tradisional di Tengah Kota Modern

img_title Pesona Akulturasi di Masjid Jamek Cina Muslim Klang

Keunikan utama dari tempat ibadah ini terletak pada gaya bangunannya yang sangat kental dengan nuansa arsitektur tradisional Jawa, sangat kontras dengan desain masjid bergaya Timur Tengah pada umumnya. Bangunan utama masjid memiliki fondasi berbentuk persegi dengan atap limas tumpang tiga yang khas. Desain atap berlapis ini terinspirasi langsung oleh arsitektur sakral khas Jawa, yaitu gaya joglo atau tajug yang biasa digunakan pada bangunan suci. Atap kayu yang dicat dengan warna hijau tua ini seolah mengundang siapa saja untuk datang mendekat menikmati keteduhannya.

Halaman Selanjutnya
img_title