Tempat Wisata Purbakala Chleby di Ceko: Observatorium Kuno Penjelajah Langit
- arkeonews.net/ University of West Bohemia
Malang, WISATA – Situs purbakala Chleby di Bohemia Tengah Ceko kini mengungkap rahasia observatorium langit berusia 6.500 tahun yang melampaui keindahan masa Stonehenge.
Bayangkan sebuah padang rumput hijau yang tenang di kawasan Bohemia Tengah, Ceko, tempat garis horizon bertemu lanskap perbukitan yang indah. Di kawasan Nymburk, tepatnya di sekitar desa Chleby, terhampar sebuah tempat wisata purbakala yang menyimpan kisah masa lalu megah. Situs ini menawarkan perjalanan napak tilas ke masa 6.500 tahun lalu, masa ketika manusia prasejarah bergotong royong merancang sebuah arena sakral raksasa. Tempat wisata purbakala Chleby ini membuktikan betapa peradaban kuno telah memiliki keterikatan spiritual dan intelektual yang sangat kuat dengan alam semesta.
Observatorium Langit Kuno di Bohemia Tengah
Situs raksasa ini memiliki diameter sekitar 230 meter dan dikelilingi parit berkedalaman lebih dari 2,5 meter. Keunikan utama situs purbakala Chleby terletak pada 12 gerbang jalurnya yang melingkar sempurna. Penelitian yang dipimpin oleh University of West Bohemia mengungkapkan bahwa penataan gerbang tersebut bukan tanpa alasan. Gerbang-gerbang tersebut sengaja dirancang sejajar dengan pergerakan Matahari dan Bulan. Hal ini menjadikan monumen ini sebagai salah satu fasilitas observasi langit tertua di Eropa Tengah.
Keberadaan situs wisata sejarah Chleby kerap disandingkan dengan Stonehenge di Inggris. Namun, monumen di Bohemia Tengah ini dibangun seribu tahun lebih awal sebelum fase awal Stonehenge dimulai. Penataan gerbangnya menandai peristiwa astronomi penting, seperti titik balik Matahari musim panas (summer solstice) dan titik balik Matahari musim dingin (winter solstice), serta fenomena major lunar standstill yang terjadi setiap 18,6 tahun sekali.
Jejak Ritual dan Tengkorak Banteng Kuno
Selain menjadi tempat mengamati fenomena langit, tempat wisata purbakala Chleby diduga kuat berfungsi sebagai pusat ritual dan tempat berkumpul masyarakat agrikultur kuno. Di beberapa titik dekat gerbang utama, para arkeolog menemukan sisa-sisa tengkorak dan tanduk banteng. Bagi masyarakat petani prasejarah Eropa, banteng bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol keagamaan dan simbol siklus kehidupan.
Gerbang bersejarah yang dihiasi hiasan tanduk banteng ini memberikan suasana magis tersendiri bagi pengunjung yang membayangkan ritual masa lalu. Upaya menggali parit raksasa seluas ratusan meter ini tentu membutuhkan kerja sama komunitas yang sangat besar. Bagi wisatawan pecinta sejarah, mengunjungi lanskap langka ini memberikan gambaran tentang bagaimana manusia prasejarah merayakan pergantian musim serta awal kehidupan baru melalui festival astronomi.