Mulud Adat Bayan, Ritual Sakral di Masjid Tertua Lombok yang Padukan Islam dan Budaya Sasak

Mulud Adat Bayan
Sumber :
  • Indonesia.travel

Lombok, WISATA - Sobat Wisata Viva, di antara ribuan perayaan Maulid Nabi yang digelar di berbagai penjuru Indonesia setiap tahunnya, ada satu ritual yang begitu khas hingga sulit ditemukan padanannya di tempat lain: Mulud Adat Bayan. Digelar di halaman Masjid Kuno Bayan Beleq, masjid tertua di Pulau Lombok, perayaan ini bukan sekadar peringatan hari kelahiran Rasulullah semata, melainkan sebuah pertunjukan hidup tentang bagaimana Islam dan kearifan lokal Sasak dapat berpadu secara harmonis selama berabad-abad lamanya.

img_title Kembang Macan Kerah dalam Tradisi Jawa: Ritual Mandi hingga Jamu untuk Program Hamil

Masjid Tertua yang Menjadi Saksi Sejarah

Untuk memahami kedalaman makna Mulud Adat Bayan, Sobat Wisata Viva perlu berkenalan dulu dengan lokasi pelaksanaannya, yaitu Masjid Kuno Bayan Beleq di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Masjid ini diyakini sebagai masjid tertua di Pulau Lombok, dengan perkiraan usia bangunan yang berbeda-beda menurut sejumlah catatan, mulai dari abad ke-16 hingga abad ke-17 masehi. Bahkan menurut keyakinan para pemangku adat setempat, cikal bakal masjid ini diperkirakan bersamaan dengan masuknya Islam ke Pulau Lombok, jauh lebih awal dari catatan sejarah Islam Nusantara pada umumnya.

img_title Ikan “Kiamat” 4 Meter Terdampar di Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bangunan masjid ini tampil begitu sederhana namun sarat filosofi, dengan struktur dinding rendah dari anyaman bambu, atap berbentuk tumpang yang tersusun dari bilah bambu atau ilalang, serta lantai tanah beralaskan susunan batu kali. Kesederhanaan material inilah yang justru mencerminkan kedekatan masyarakat Bayan dengan alam sekitar mereka. Berkat nilai sejarah dan budayanya, Masjid Kuno Bayan Beleq kini menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Lombok Utara, bahkan turut diabadikan dalam lambang daerah setempat sebagai simbol peradaban masyarakatnya.

Akulturasi Damai Islam dan Adat Sasak

img_title Masjid Agung Kauman Semarang, Saksi Bisu Proklamasi yang Empat Kali Ganti Lokasi

Yang membuat Mulud Adat Bayan begitu istimewa adalah cara perayaan ini menghadirkan bukti nyata akulturasi harmonis antara ajaran Islam dengan tradisi adat Sasak yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Berbeda dari perayaan Maulid pada umumnya yang identik dengan ceramah agama, ritual di Bayan justru dipenuhi dengan berbagai simbol adat yang sarat makna, di mana setiap gerak dan benda yang digunakan memiliki keterkaitan mendalam dengan nilai-nilai keislaman meski dibalut dalam bahasa tradisi Sasak.

Halaman Selanjutnya
img_title