Tim UGM Kembangkan Probiotik Deteksi Penyakit Kanker melalui Permodelan Matematis

Gedung Pusat UGM
Sumber :
  • Tom Blero

Yogyakarta, WISATA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengembangkan probiotik untuk mendeteksi penyakit kanker. Setelah meraih medali emas dalam Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) pada tanggal 23-25 Februari 2024. 

FAPET UGM: Siti Zubaidah, Tendik Pertama Penyandang Gelar Doktor Summa Cumlaude

Farrel Alfaza Marsetyo mewakili Tim UGM mengatakan bahwa untuk ke depannya sedang mencari pendanaan untuk bisa mengembangkan kembali project tersebut. Biaya probiotik yang dikembangkan ini diperkirakan sekitar Rp18.000 per kapsul untuk mendeteksi kanker. Dengan harga tersebut, ia berharap dapat menjangkau masyarakat menengah ke bawah. Terutama bagi mereka yang masih sulit untuk mendapatkan akses kesehatan dan akses penapisan kanker juga masih sulit karena biayanya cukup mahal.

Dikutip laman UGM,  dalam lomba itu, tim UGM mengusung proyek komputasional berjudul “Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) with miRNAs as Biomarker”.

UGM: Mahasiswa FKG Bikin Permen Karet Pengangkat Plak Gigi dari Ekstrak Kulit Buah Naga

Tim mahasiswa UGM ini memanfaatkan bakteri probiotik Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) yang telah dimodifikasi. Metode ini bertujuan untuk membantu mengurangi risiko kanker usus besar dan menurunkan tingkat mortalitas akibat penyakit ini .

Ide awal penelitian tim ini terinspirasi dari sebuah seminar di Fakultas Biologi UGM yang membahas kemungkinan memodifikasi organisme seperti bakteri untuk mengeluarkan protein tertentu. Berdasarkan hasil penelitian lainnya, ditemukan peningkatan bakteri probiotik EcN pada pasien kanker usus besar. Dari sinilah penelitian ini dimulai.

UGM: Putri Ariani Pun, Pilih Kuliah di Fakultas Hukum UGM, Selamat....

Terobosan ini menjanjikan potensi dalam skrining kanker kolorektal dengan menggunakan bakteri probiotik sebagai alat deteksi. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat besar dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker usus besar di masa depan.

Saat ini Tim UGM tengah fokus pada riset merekayasa bakteri EcN untuk mendeteksi miR-92a dan miR-21 sebagai biomarker sel kanker kolorektal, serta meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer.

Halaman Selanjutnya
img_title