Rahasia Hidup Sehat dan Panjang Umur ala Centenarian
- Instagram/grasspeopletree
Malang, WISATA – Semua orang mendambakan selalu sehat dan panjang umur, namun seringkali kebiasaan dan pola hidup sehari-hari bertolak belakang dengan keinginan itu. Walaupun begitu tentu ada caranya menemukan jalan menuju hidup sehat dan panjang umur ini.
Dua orang centenarian, yaitu seseorang yang diyakini telah hidup berumur 100 tahun atau lebih akan memberikan rahasia hidupnya kepada Anda.
Dilansir dari foxbusiness.com, dua orang centenarian yaitu Angelina Torrisi (103 tahun) dan Margaret Vaccaro (101 tahun) menceritakan bahwa rahasia hidup panjang umur banyak hubungannya dengan menghilangkan stres dalam hidup dan hanya bersikap baik. Ini adalah pelajaran yang mereka percaya di mana generasi muda harus belajar.
"Saya harus memberi tahu mereka bahwa mereka harus berada dalam kerangka berpikir yang baik, dan mereka harus sangat baik, penyayang dan bersyukur atas apa yang mereka miliki dan hanya menjadi ... orang baik," kata Torrisi
Keponakan Torrisi, Julia, menambahkan bahwa ketika bibinya berusia 60 tahun, dia membantu membesarkan ketiga cucunya setelah putranya mendapatkan hak asuh penuh atas anak-anaknya.
“Jika Anda baik, itu akan selalu kembali kepada Anda," kata Torrisi.
Torrisi juga mengatakan orang harus mencoba ‘untuk tidak memusingkan hal-hal kecil dalam hidup.’
"Saya pikir orang-orang memberi begitu banyak tekanan pada diri mereka sendiri. Mereka khawatir tentang hal-hal yang tidak penting bagi mereka. Anda harus menghindari stres," katanya.
Kemudian dia mengatakan, bahwa untuk menurunkan stres, penting untuk tetap sibuk.
"Jika Anda duduk-duduk dan tidak melakukan apa-apa, pikiran bodoh akan melintas di benak Anda. Anda harus tetap sibuk melakukan hal-hal lain," katanya. Torrisi mengaku dia melakukan kesibukan dengan memasak dan makan.
"Saya memanggang (membuat kue) dan saya makan," katanya sambil tertawa.
Torrisi juga memuji hidupnya yang panjang dan sehat untuk menjadi aktif ketika dia masih muda, termasuk melakukan skating dan bola basket. Dia juga ingat berjalan menaiki lima anak tangga ke rumahnya setiap hari.
“Kami tidak pernah memakai lift. Kami tidak menggunakan transportasi. Kami berjalan ke sekolah. Kami berjalan ke gereja. Saya tinggal di lantai paling atas. Kami menaiki lima anak tangga," katanya.