Mengenal Pisang Blue Java, Pisang Berkulit Biru Asal Asia Tenggara yang Kini Dibudidayakan di Spanyol
- trubus.id
Jakarta, WISATA – Di antara beragam varietas pisang yang beredar di dunia, pisang blue java menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Berbeda dengan pisang pada umumnya yang berkulit hijau lalu berubah kuning saat matang, blue java memiliki kulit berwarna biru keperakan ketika masih muda. Penampilannya yang tidak biasa membuat varietas ini semakin diminati sebagai tanaman hortikultura bernilai tinggi.
Blue java sebenarnya bukan tanaman baru. Varietas ini berasal dari kawasan Asia Tenggara dan merupakan hasil persilangan Musa balbisiana dan Musa acuminata, sehingga tergolong sebagai hibrida triploid (ABB). Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam AgroPalca edisi Oktober–Desember 2023, karakter unik warna kulitnya berasal dari lapisan lilin alami dan pigmen antosianin yang menutupi permukaan buah saat masih mentah. Ketika memasuki masa matang, warna biru tersebut perlahan memudar dan berubah menjadi kuning cerah seperti pisang pada umumnya.
Selain tampilannya yang eksotis, blue java juga dikenal memiliki daging buah berwarna putih hingga kuning pucat dengan rasa manis dan tekstur lembut. Bahkan, sebagian pecinta buah menyebut teksturnya menyerupai es krim karena sangat halus saat dikonsumsi.
Keunggulan lain dari varietas ini adalah kemampuannya beradaptasi dengan suhu yang lebih rendah dibandingkan banyak jenis pisang tropis lainnya. Karakter tersebut membuat blue java mulai dikembangkan di sejumlah wilayah subtropis, termasuk Spanyol. Salah satu perusahaan yang aktif memperkenalkan bibitnya adalah Viveros Royal Plants di Malaga.
Budidaya komersial juga dilakukan di perkebunan La Arenita, Tenerife, Kepulauan Kanari. Penanaman perdana dimulai pada Oktober 2022, sementara panen komersial pertama berlangsung pada Oktober 2023. Hasil panennya kemudian dipasarkan di Tenerife dan Gran Canaria melalui sejumlah jaringan ritel modern.
Dari sisi produksi, tandan blue java memiliki bobot sekitar 20–30 kilogram dengan panjang buah rata-rata 16–17 sentimeter. Meski ukurannya lebih kecil dibanding beberapa varietas pisang lokal, tanaman ini memiliki keunggulan karena hingga kini relatif tahan terhadap serangan hama. Tantangan utama justru berasal dari angin kencang yang dapat memengaruhi pertumbuhannya.
Selain blue java, produsen hortikultura juga mulai memperkenalkan red dacca, varietas pisang berkulit merah keunguan dengan rasa manis yang memiliki sedikit cita rasa menyerupai raspberry. Kehadiran kedua varietas eksotis tersebut menunjukkan bahwa inovasi pemuliaan tanaman terus berkembang untuk menghasilkan buah dengan tampilan unik, cita rasa menarik, sekaligus mampu beradaptasi di berbagai kondisi iklim. Dengan potensi tersebut, blue java diperkirakan akan semakin diminati pasar global pada masa mendatang.