Mengubah Kulit Udang Menjadi Energi: Inovasi Hijau dari Singapura untuk Bumi

Kulit Udang
Sumber :
  • namvanlong.com

Singapura, WISATA – Simak bagaimana riset terbaru di Singapura berhasil mengubah limbah kulit udang menjadi gas hidrogen ramah lingkungan serta protein pakan berkualitas. 

img_title Universitas Diponegoro Bersiap Dobrak Batas Inovasi Lewat Kolaborasi Teknologi Satelit dan Antariksa

Pernahkah Anda membayangkan bahwa sisa makanan di piring Anda, seperti kulit udang, bisa diubah menjadi bahan bakar bersih untuk pesawat terbang? Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perubahan iklim, sebuah terobosan ilmiah menarik datang dari Singapura. Seorang insinyur elektrokimia bernama Li Hong bersama rekan-rekan sejawatnya di Nanyang Technological University (NTU) berhasil menciptakan sebuah inovasi hijau yang mampu menyulap limbah organik kaya karbon menjadi produk bernilai tinggi. Langkah kreatif ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada gas alam yang merusak atmosfer, tetapi juga menawarkan konsep baru dalam pengelolaan sampah perkotaan.  

Sulap Ajaib Komponen Kulit Udang

img_title Menepis Takut CT Scan: Rahasia Optimisasi Radiasi Lewat Inovasi Perangkat Lunak Anak Bangsa yang Mendunia

Proses laboratorium yang dikembangkan oleh Li Hong bekerja dengan cara mengalihkan sampah organik agar tidak menumpuk dan membusuk di tempat pembuangan akhir (landfill). Melalui metode elektrokimia berlapis, sistem purwarupa ini mampu memproduksi gas hidrogen yang bersifat negatif karbon (carbon-negative). Istilah ini berarti bahwa keseluruhan prosesnya justru menghilangkan lebih banyak gas rumah kaca dari atmosfer dibandingkan dengan yang dihasilkannya.  

Untuk mengubah kulit udang menjadi bahan baku siap pakai, proses dimulai dengan menghancurkan kulit-kulit tersebut hingga menjadi bubur halus berwarna kemerahan (shrimp slurry). Menggunakan alat penggiling khusus (ball milling), tim peneliti memisahkan kalsium karbonat dari campuran tersebut. Sisa senyawa berupa asam organik dan amonia kemudian dialirkan ke dalam alat elektrolisis (electrolyzer) yang dipasang di atap universitas. Sistem ini sepenuhnya digerakkan oleh lima panel surya, di mana arus listrik dialirkan untuk memisahkan kandungan kimia tanpa menimbulkan risiko ledakan gas oksigen seperti pada metode elektrolisis air konvensional.

img_title Hadapi Musim Kemarau 2026, IPB University Kembangkan Inovasi Pakan Ternak Berbasis Wafer

Menutup Siklus Limbah Menjadi Pangan

Hasil dari proses sains ini tidak hanya berhenti pada energi bersih. Melalui inovasi hijau masa depan ini, tim NTU juga berhasil menghasilkan protein kultivasi melalui bantuan bakteri ungu fototropik (phototropic purple bacteria) di dalam sebuah bioreaktor. Bakteri ini memfermentasi sisa-sisa biomassa menjadi suplemen protein tinggi yang sangat cocok untuk pakan budidaya perikanan, termasuk untuk udang peternakan itu sendiri. Sistem ini berhasil menutup siklus dari limbah kembali menjadi pangan (waste-to-food) dengan pola pikir mengubah sampah menjadi kekayaan (waste-to-wealth).

Halaman Selanjutnya
img_title