UNDIP Sulap Pisang Jadi Mesin Ekonomi Desa Pongangan Semarang Lewat Program Desa Wirausaha
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA - Sobat Wisata Viva, kali ini kabar datang bukan dari destinasi wisata, melainkan dari sebuah kampung di Kota Semarang yang tengah bertransformasi berkat sentuhan riset kampus. Semarang (31/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia melalui implementasi program World Class University (WCU) yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Kelompok Mahasiswa SDGs Departemen Pertanian dan Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP UNDIP) dalam pengembangan Desa Wirausaha di Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kolaborasi Mahasiswa SDGs dan PPK Ormawa demi Desa Berdaya
Program ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan pendekatan terintegrasi yang mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan ekonomi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang inovatif dan berkelanjutan. Pendekatan lintas kelompok mahasiswa ini menjadi salah satu keunikan program, karena memadukan riset akademik Kelompok Mahasiswa SDGs dengan pengalaman lapangan Tim PPK Ormawa HMD Pertanian yang memang rutin terjun mendampingi desa binaan setiap tahunnya.
Dari Pisang Biasa Jadi Produk Bernilai Tambah
Tim mahasiswa berperan sebagai pelaksana utama program dengan menginisiasi berbagai intervensi strategis, antara lain pengembangan produk olahan pisang bernilai tambah, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi manajemen usaha, serta perluasan akses pasar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir masyarakat menuju pengelolaan usaha yang profesional dan berorientasi pada jangka panjang. Beberapa produk turunan pisang yang dikembangkan bahkan telah merambah bentuk yang lebih variatif, mulai dari keripik hingga olahan berbahan dasar bagian pohon pisang lain yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.
Pendampingan Ilmiah ala Dr. Tutik Dalmiyatun
Dalam pelaksanaannya, Dr. Tutik Dalmiyatun selaku dosen pendamping memiliki peran strategis sebagai organisator sekaligus fasilitator pemberdayaan. Pendampingan yang diberikan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan berbasis kajian ilmiah, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan. Dosen pendamping program menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. "Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan ilmu secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Pendampingan yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan program berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak berkelanjutan," ujarnya.