Bilenthango, Kelezatan Ikan Bakar Khas Gorontalo yang Tersembunyi di Balik Selembar Daun Pisang

Bilenthango
Sumber :
  • Traveloka

Gorontalo, WISATA - Sobat Wisata Viva, kalau sedang menjelajahi Gorontalo dan ingin mencicipi kuliner khas yang benar-benar berbeda dari olahan ikan pada umumnya, bilenthango wajib masuk daftar buruan pertama. Hidangan ini merupakan olahan ikan yang dimasak dengan teknik unik, yaitu setengah digoreng dan setengah dibakar, menghasilkan cita rasa yang sulit ditemukan pada masakan ikan dari daerah lain di Indonesia.

img_title Pisang Cavendish Bukan Asli Indonesia, Ini Asal Usul dan Fakta Menariknya!

Mengenal Asal-Usul Nama dan Keunikan Teknik Memasaknya

Menurut catatan WikiPangan, ensiklopedia kuliner Nusantara, istilah "bilenthango" merujuk pada teknik memasak spesifik, yaitu ikan dibelah menjadi dua bagian secara lebar tanpa terputus, atau yang dikenal dengan teknik butterfly, kemudian digoreng menggunakan alas daun pisang di atas wajan. Nama ini juga tercatat dalam Wikipedia bahasa Indonesia dengan sebutan alternatif "bilentango" atau "ikan balarica", yang menjadi salah satu hidangan utama dalam khazanah masakan Gorontalo dan populer hingga ke kawasan Teluk Tomini serta Sulawesi Utara.

img_title Pisang Cavendish Lumajang Bidik Pasar Hong Kong dan Malaysia, Siap Naik Kelas ke Asia

Keunikan bilenthango terletak pada penggunaan daun pisang sebagai alas memasak, bukan sekadar unsur estetika semata. Berdasarkan penjelasan WikiPangan, daun pisang berfungsi mencegah daging ikan yang bertekstur lembut hancur atau lengket di permukaan wajan panas, sekaligus memungkinkan ikan matang dengan penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit, sehingga nutrisi di dalam daging ikan tetap terjaga karena tidak bersentuhan langsung dengan dasar wajan. Proses ini pula yang menghadirkan aroma harum khas, meresap sempurna ke dalam daging ikan, dan menciptakan perbedaan rasa yang mencolok dibandingkan ikan goreng biasa.

Cerminan Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir dan Danau Limboto

img_title Ikan “Kiamat” 4 Meter Terdampar di Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bilenthango bukan sekadar hidangan biasa, melainkan juga representasi kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam mengolah hasil alam, baik dari perairan Danau Limboto maupun wilayah pesisir Teluk Tomini. Ikan yang digunakan pun cukup beragam, mulai dari ikan mujair dan ikan mas dari perairan tawar, hingga ikan kerapu atau yang dikenal warga setempat dengan sebutan ikan goropa dari laut. Keberagaman bahan baku ini mencerminkan bagaimana masyarakat Gorontalo memanfaatkan seluruh potensi perairan di sekitarnya untuk menciptakan hidangan yang kaya rasa sekaligus bernilai gizi tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title