Socrates: Pendidikan Bukanlah Mengisi Bejana Kosong, Tetapi Menyalakan Api
- Image Creator Bing/Handoko
Relevansi Gagasan Ini dalam Dunia Modern
Kita hidup di era informasi. Anak-anak zaman sekarang bisa mengakses jutaan data dalam hitungan detik. Tapi ironisnya, semakin banyak informasi, belum tentu semakin bijak.
Socrates mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal apa yang diketahui, tetapi bagaimana cara berpikir. Dunia modern membutuhkan generasi yang tidak hanya bisa menjawab soal pilihan ganda, tetapi yang mampu bertanya, menafsirkan, dan mengambil keputusan dengan kebijaksanaan.
Guru hari ini bukan lagi “sumber kebenaran mutlak”, tapi harus menjadi fasilitator berpikir. Tugas mereka adalah memantik diskusi, mendorong eksplorasi, dan membangkitkan semangat belajar sepanjang hayat.
Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata
Filsafat Socrates tentang pendidikan tidak hanya relevan di sekolah atau universitas. Gagasan bahwa setiap orang bisa “menyala” juga bisa diterapkan dalam keluarga, komunitas, dan tempat kerja.
Misalnya, orang tua yang terus-menerus “menceramahi” anak-anaknya bisa mencoba mengubah pendekatannya: ajak anak berdialog. Tanyakan pandangannya, biarkan ia menjelaskan, ajari ia untuk bertanya kembali. Inilah cara menyalakan api berpikir sejak dini.