Pendidikan Berbayar dan Dampaknya: Refleksi dari Pemikiran Socrates

Socrates
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA   Dalam dunia yang semakin modern dan materialistis ini, pendidikan seringkali dianggap sebagai sebuah komoditas yang bisa dibeli dengan uang. Semakin mahal biaya pendidikan, semakin dianggap berkualitas. Namun, pemikiran filsuf Yunani kuno, Socrates, mengingatkan kita bahwa pendidikan yang hanya didapatkan dengan uang bisa lebih buruk daripada tidak berpendidikan sama sekali.

img_title Film Children of Heaven Karya Sutradara Hanung Bramantyo Dinilai Sarat Nilai Pendidikan dan Karakter

Socrates pernah mengatakan:

“An education obtained with money is worse than no education at all.”
(Pendidikan yang diperoleh dengan uang lebih buruk daripada tidak berpendidikan sama sekali.)

img_title Menyalakan Api Inspirasi di SMAN 1 Ajibarang: Esensi Pendidikan Sejati

Pernyataan ini mengandung kritik mendalam terhadap sistem pendidikan yang berorientasi pada materi semata dan menempatkan uang sebagai jalan utama mendapatkan “pendidikan”.

Mengapa Pendidikan Berbayar Bisa Menjadi Masalah?

img_title SMAN 1 Ajibarang Ukir Prestasi, 97 Siswa Lolos SNBP 2026 dan Raih Peringkat 2 se-Jawa Tengah

Di banyak negara, termasuk Indonesia, biaya pendidikan yang mahal seringkali menjadi penghalang bagi sebagian besar masyarakat untuk mengakses pendidikan berkualitas. Bahkan, tidak jarang uang menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan ijazah atau gelar, tanpa memastikan kualitas belajar yang sesungguhnya.

Hal ini menimbulkan risiko munculnya pendidikan yang bersifat “formalitas” semata — peserta didik hanya menempuh proses untuk mendapatkan sertifikat, bukan benar-benar belajar dan memahami ilmu yang diajarkan.

Pendidikan Seharusnya Lebih dari Sekadar Transaksi

Socrates menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak bisa diukur dengan seberapa banyak uang yang dikeluarkan. Pendidikan yang bermakna adalah proses pembentukan karakter, penanaman nilai, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis yang harus diperoleh secara tulus, bukan karena harga mahal.

Pendidikan yang didapatkan hanya karena uang tanpa usaha, keinginan belajar, dan dedikasi akan kehilangan esensi sejatinya. Sebaliknya, ia bisa membentuk individu yang superfisial, hanya mengandalkan gelar tapi tanpa integritas dan pengetahuan mendalam.

Dampak Pendidikan Berbayar pada Kesenjangan Sosial

Ketika pendidikan menjadi barang mahal yang hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, kesenjangan sosial semakin melebar. Mereka yang tidak mampu membayar pendidikan berkualitas akan sulit bersaing dan berkembang. Ini tentu bertentangan dengan semangat pendidikan sebagai alat pemberdayaan dan kesetaraan.

Socrates dengan bijak mengingatkan bahwa pendidikan yang diperoleh secara instan dan mahal bisa menimbulkan ketidakadilan dan bahkan memperburuk kondisi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title