Immanuel Kant: "Pengetahuan dan Moralitas adalah Dua Sisi dari Koin yang Sama; Keduanya Harus Berjalan Seiring untuk …."

Immanuel Kant
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Pengetahuan merupakan hasil pengolahan data inderawi yang diinterpretasikan oleh akal. Kant berpendapat bahwa walaupun semua pengetahuan bermula dari pengalaman, proses kategorisasi dan pengolahan oleh akal menjadikan pengetahuan tersebut bermakna. Pendekatan kritis Kant dalam karyanya Critique of Pure Reason menekankan bahwa terdapat batas-batas tertentu dalam kemampuan manusia untuk mengetahui dunia secara objektif. Oleh karena itu, pengetahuan selalu memiliki aspek subjektif yang harus direfleksikan dengan bijaksana.

Pandangan Aristoteles tentang Kebajikan dan Moralitas: Jalan Menuju Kehidupan yang Baik dan Bermakna

2. Moralitas sebagai Pilar Etika

Moralitas adalah fondasi yang mengatur perilaku manusia sesuai dengan prinsip-prinsip universal. Immanuel Kant, melalui konsep imperatif kategorisnya, menekankan bahwa tindakan moral harus dilakukan karena kewajiban dan bukan sekadar untuk mencapai hasil tertentu. Moralitas bagi Kant berarti menghargai martabat setiap individu dan memastikan bahwa tindakan yang diambil dapat dijadikan norma universal. Dengan demikian, moralitas tidak hanya berkaitan dengan perasaan batin, tetapi juga dengan logika dan rasionalitas yang mengedepankan keadilan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Socrates vs Zaman Modern: Apakah Dunia Hari Ini Butuh Lebih Banyak Filsuf?

3. Keterkaitan yang Tidak Terpisahkan

Kant meyakini bahwa pengetahuan dan moralitas merupakan dua sisi dari satu koin, artinya keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tanpa pengetahuan yang mendalam, moralitas bisa jatuh ke dalam sekadar formalitas tanpa pemahaman yang utuh. Sebaliknya, tanpa moralitas, ilmu pengetahuan bisa berbahaya dan disalahgunakan. Integrasi antara keduanya menciptakan peradaban yang tidak hanya maju secara teknologi dan ilmiah, tetapi juga berkembang secara etis dan budaya.

25 Kutipan Friedrich Nietzsche yang Masih Menjadi Inspirasi Hingga Era Modern

Penerapan Pemikiran Kant di Era Modern

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan sosial dan moral semakin kompleks. Revolusi digital, informasi yang melimpah, dan kecerdasan buatan menghadirkan dilema etika yang memerlukan pertimbangan mendalam. Pemikiran Kant dapat diadaptasi ke dalam konteks modern sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
img_title