Lebih Misterius daripada Burung Dodo: Burung yang Tampak Biasa Saja Ini Merupakan Teka-teki Terbesar Evolusi
- Instagram/biophylia
Oswald melakukan penelitian ini saat bekerja sebagai peneliti pascadoktoral di Museum Florida. Penelitian ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang didanai oleh National Science Foundation untuk menemukan penyebab kepunahan burung di Karibia selama beberapa ribu tahun terakhir.
Diperkirakan 12% dari semua burung Karibia telah punah sejak kedatangan manusia di kepulauan tersebut, di antaranya burung hantu raksasa yang tingginya hampir empat kaki, lebih dari selusin burung beo, burung pemangsa yang hingga 30% lebih besar dari elang botak, burung ibis yang tidak bisa terbang yang menggunakan sayapnya yang pendek seperti pentungan untuk memukul binatang selama pertempuran dan burung kondor dengan massa urat dan otot yang melilit tengkoraknya yang memberinya gigitan yang lebih kuat daripada burung kondor yang ada saat ini.
Dengan hanya berbekal fosil, para ilmuwan sering kali kesulitan menentukan hubungan kekerabatan spesies Karibia yang telah punah dengan spesies modern.
Peneliti mengembangkan teknik untuk mengekstrak dan mengurutkan DNA purba dari fosil burung Karibia. Dalam pembuktian konsep awal menggunakan fosil burung gua Karibia yang telah punah, ditemukan burung Karibia pertama, meskipun telah punah yang kerabat terdekatnya berada di Afrika, Nugini dan Selandia Baru. Dalam penelitian lanjutan, digunakan teknik yang sama untuk menunjukkan bahwa burung beo yang sekarang terbatas di pulau Hispaniola dulunya memiliki distribusi yang jauh lebih luas di Karibia sebelum manusia muncul.
Merpati puyuh berkepala biru belum punah namun mungkin sedang dalam perjalanan menuju ke sana.
Ada 1.000 individu dewasa dari spesies ini yang tersisa di Kuba. Spesies ini terancam oleh perburuan berlebihan oleh manusia, hilangnya habitat dan spesies invasif seperti kucing. Spesies ini berada di ambang kepunahan.
Tidak seorang pun pernah berhasil mengurutkan DNA dari spesies ini untuk mengetahui apa itu, terutama karena burung ini sangat langka. Beberapa spesimen yang ada di museum Amerika Utara dikumpulkan beberapa dekade lalu, sehingga sulit untuk mengekstraksi DNA dari spesimen tersebut dengan metode umum yang digunakan untuk jaringan segar.