Kesabaran dan Waktu: Dua Pejuang Tak Terkalahkan yang Diungkap Leo Tolstoy

Leo Tolstoy Sastrawan dan Filsuf Rusia
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Menurut penelitian tersebut, kesabaran memungkinkan seseorang untuk melihat gambaran besar dan tidak terjebak dalam emosi sesaat. Ketika kita bersabar, kita memberi diri kita kesempatan untuk berpikir lebih jernih, mencari solusi yang tepat, dan menghindari keputusan yang tergesa-gesa.

Mutiara Hikmah: Maruf Karkhi – Sufi yang Menemukan Tuhan dalam Cinta dan Kesederhanaan

3. Waktu sebagai Penyembuh Alami

Waktu sering kali disebut sebagai "penyembuh alami." Dalam banyak budaya dan tradisi, waktu dianggap sebagai elemen yang memungkinkan kita untuk memproses emosi, menerima perubahan, dan menemukan kedamaian. Sebagai contoh, dalam dunia psikologi, teori Kubler-Ross tentang lima tahap berduka menunjukkan bahwa waktu adalah faktor penting dalam proses penyembuhan emosional.

Mutiara Hikmah: Sahl al-Tustari – Rahasia Cahaya yang Membimbing Para Pencari Tuhan

Sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association menemukan bahwa orang yang memberikan waktu bagi diri mereka sendiri untuk memproses pengalaman sulit lebih cenderung pulih secara emosional dibandingkan mereka yang mencoba mempercepat proses tersebut.

4. Kesabaran dan Waktu dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalam Ramadan: Hikmah Sabar dalam Kehidupan, Nasihat Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

a. Dalam Karier

Dalam dunia profesional, kesabaran dan waktu sering kali menjadi kunci kesuksesan. Tidak semua pencapaian datang secara instan. Sebagai contoh, penelitian dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa butuh waktu rata-rata 6–8 bulan bagi seorang karyawan baru untuk benar-benar beradaptasi dan mencapai produktivitas maksimal di tempat kerja.

Halaman Selanjutnya
img_title