Mengapa Stoikisme Jadi Tren? Pelajaran Hidup dari Marcus Aurelius hingga Ryan Holiday

Stoicisme
Sumber :
  • Image Creator Bing/Handoko

Jakarta, WISATA - Dalam beberapa tahun terakhir, Stoikisme kembali menjadi salah satu filosofi paling populer di dunia modern. Buku-buku seperti Meditations karya Marcus Aurelius yang ditulis hampir 2.000 tahun lalu, hingga karya-karya modern seperti The Daily Stoic dan Ego is the Enemy karya Ryan Holiday, menjadi bacaan wajib bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah tekanan kehidupan modern. Apa yang membuat filosofi kuno ini begitu relevan hari ini?

Mengapa Penderitaan Sering Kali Berasal dari Cara Kita Berpikir, Bukan dari Kejadiannya?

Apa Itu Stoikisme?

Stoikisme adalah sebuah filosofi yang lahir di Yunani kuno pada abad ke-3 SM. Filosofi ini menekankan pentingnya kebajikan, pengendalian diri, dan kemampuan untuk menerima hal-hal yang berada di luar kendali kita. Filosofi ini dikembangkan lebih jauh oleh tokoh-tokoh seperti Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius, yang ajarannya tertuang dalam karya-karya mereka.

Dari Chrysippus hingga Immanuel Kant: Jejak Filsafat yang Mengubah Pemikiran tentang Logika, Etika, dan Pengetahuan

Prinsip utama Stoikisme adalah:

  1. Dikotomi Kendali: Fokus pada apa yang dapat kita kendalikan dan terima apa yang tidak bisa kita kendalikan.
  2. Kebajikan sebagai Tujuan Hidup: Mengutamakan nilai moral seperti kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan pengendalian diri.
  3. Logos atau Rasionalitas: Berusaha memahami dunia dan bertindak dengan logika serta kebijaksanaan.

Kebangkitan Stoikisme di Era Modern

  1. Kehidupan yang Penuh Tekanan Digital
    Di era media sosial, ketidakpastian global, dan kehidupan yang serba cepat, banyak orang mencari panduan untuk menemukan ketenangan batin. Stoikisme menawarkan jalan keluar melalui pendekatan sederhana: fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan dan lepaskan kecemasan yang tidak perlu.
  2. Kemudahan Akses Melalui Buku dan Media
    Karya-karya Ryan Holiday seperti The Obstacle is the Way dan The Daily Stoic telah menjadikan Stoikisme mudah dipahami oleh generasi baru. Holiday tidak hanya menyederhanakan Stoikisme, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana filosofi ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Panduan Praktis untuk Keberhasilan dan Resiliensi
    Para pengusaha, atlet, dan pemimpin dunia sering kali mengutip Stoikisme sebagai panduan dalam menghadapi tekanan. Filosofi ini mengajarkan pentingnya ketenangan dalam pengambilan keputusan, keberanian dalam menghadapi kesulitan, dan kebijaksanaan dalam mengatur prioritas.
Halaman Selanjutnya
img_title
Jangan Buang Waktu Mengeluh tentang Sesuatu yang di Luar Kendali. Fokuslah pada Apa yang Bisa Anda Lakukan