Jejak Umberto Eco: Dari Sejarawan ke Penulis Novel Terbaik Sepanjang Masa
- Image Creator/Handoko
Jakarta, WISATA - Umberto Eco adalah nama yang tak asing di dunia sastra dan filsafat. Ia bukan hanya seorang novelis ulung, tetapi juga seorang sejarawan, ahli semiotika, dan pemikir besar abad ke-20. Karyanya yang paling fenomenal, The Name of the Rose (1980), telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penulis novel terbaik sepanjang masa. Namun, perjalanan Eco menuju kesuksesan literasi bukanlah hal yang instan. Dari latar belakang akademisnya hingga transformasi menjadi seorang novelis, perjalanan hidupnya penuh dengan intelektualitas dan kreativitas yang luar biasa.
Bagaimana seorang sejarawan dan ahli semiotika bisa beralih menjadi novelis yang diakui dunia? Artikel ini akan mengupas kisah hidup Umberto Eco, perjalanan intelektualnya, serta bagaimana ia berhasil menciptakan novel-novel yang tak hanya menarik secara naratif, tetapi juga kaya akan makna filosofis dan sejarah.
Awal Kehidupan: Dari Teologi ke Semiotika
Umberto Eco lahir pada 5 Januari 1932 di Alessandria, Italia. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada literatur, sejarah, dan filsafat. Ayahnya ingin ia menjadi seorang pengacara, tetapi Eco memilih jalur yang berbeda. Ia mengambil studi filsafat dan sastra di Universitas Turin, tempat di mana ia pertama kali tertarik dengan semiotika—ilmu tentang tanda dan makna.
Disertasinya membahas filsafat Thomas Aquinas, yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam banyak karya fiksinya. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Eco bekerja sebagai editor budaya di RAI, televisi nasional Italia, serta menjadi dosen di beberapa universitas terkemuka. Ketertarikannya pada simbol, makna, dan interpretasi teks membuatnya menjadi salah satu pakar semiotika paling dihormati di dunia.
Perjalanan Menuju Dunia Sastra: Dari Akademisi ke Novelis
Sebagai akademisi, Eco telah menulis berbagai buku ilmiah, termasuk A Theory of Semiotics (1976) dan The Role of the Reader (1979). Karya-karyanya dalam semiotika menjadi rujukan utama bagi para peneliti bahasa dan komunikasi. Namun, yang mengejutkan banyak orang, pada tahun 1980, ia merilis novel pertamanya, The Name of the Rose (Il Nome della Rosa), yang langsung meledak di pasaran.