Bisnis Terselubung di Balik Tradisi Pengantin Baru ‘Nyembah’ Desa Gunung Larang, Brebes

Pengantin Baru dengan Sanak Kerabat di Desa Gunung Larang
Sumber :
  • Woro Juni D.

Brebes, WISATA – Di setiap daerah tentu mempunyai tradisi pernikahan sendiri-sendiri, yang bisa saja unik untuk daerah tertentu. Di Desa Gunung Larang, Brebes terdapat tradisi ‘nyembah’ yang dilakukan oleh pengantin baru

Plato: “Perubahan adalah Hukum Kehidupan, Mereka yang Hanya Melihat ke Masa Lalu Akan Kehilangan Masa Depan”

‘Nyembah’ adalah tradisi yang dilakukan oleh pengantin baru untuk berkunjung ke sanak saudara, terutama saudara yang lebih tua atau yang dituakan. Pada saat ‘nyembah’ pasangan suami istri yang baru saja menikah tersebut membawa hantaran yang terdiri dari bermacam-macam barang, seperti kue-kue, lauk, nasi, ayam hidup dan masih banyak lagi. 

Hantaran yang diberikan kepada orang tua, tentu berbeda dengan yang diberikan pada sanak saudara lainnya. Misalkan, sebuah hantaran untuk saudara dan kerabat berisi kue-kue 10 macam, lauk ayam, lauk daging sapi, nasi, telur dan jarit, maka untuk orang tua, bisa sama dengan kualitas yang lebih bagus, atau jumlahnya lebih banyak lagi, seperti ada sprei, ayam hidup dan sebagainya.

BREBES: 5 Lokasi Wisata Alam yang Cocok untuk Melepas Penat

Barang-barang yang Dibawa Waktu Nyembah

Photo :
  • Woro Juni D.

Pengantin baru yang berkunjung untuk membawa hantaran, ditemani dengan kerabat dari pihak perempuan untuk membawakan berbagai hantaran tadi. 

Socrates: Menikahlah, karena jika kamu menemukan istri yang baik, akan bahagia. Jika tidak, kamu akan menjadi filsuf

Namun setelah hantaran diterima, pihak penerima harus ‘mengganti harga’ sesuai jumlah dan macam-macam hantaran yang diberikan. 

Halaman Selanjutnya
img_title