Gunung Lincing: Jalur Pendakian dengan Pemandangan Alam Memukau yang Cocok untuk Pemula
- IG/napakpendaki_
Malang, WISATA – Gunung Lincing, atau dikenal juga sebagai Bukit Lincing, adalah salah satu jalur pendakian yang populer di Gunung Arjuno-Welirang, Malang, Jawa Timur. Jalur ini menjadi favorit para pendaki tektok dan penggemar trail running karena pemandangan alamnya yang memukau serta tantangan jalurnya yang cukup menantang.
Gunung Lincing memiliki ketinggian sekitar 1.860 meter di atas permukaan laut. Basecamp Arjuno via Lawang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, sehingga pendaki harus naik ketinggian sekitar 800 meter vertikal. Durasi pendakian berkisar antara 3-5 jam dengan jarak tempuh sekitar 5 km. Pendakian ke Bukit Lincing dibatasi maksimal 200 orang per hari untuk menjaga kelestarian alam hutan raya serta keselamatan dan kenyamanan pendaki.
Pendakian Gunung Lincing dapat diakses melalui kebun teh Wonosari di Desa Wonorejo, Lawang. Para pendaki akan disuguhkan pemandangan hamparan perkebunan teh yang hijau dan asri sebelum melanjutkan perjalanan melalui kawasan kebun kopi dengan track bebatuan dan tanah yang menanjak naik. Setelah melewati pertigaan pos kebun kopi, pendaki akan melanjutkan ke pos 2 dan puncak Lincing. Jalur terakhir ini cukup menantang dengan tanjakan curam dan track tanah, bebatuan, serta kerikil.
Sesampainya di puncak Lincing, para pendaki akan disajikan pemandangan yang memukau. Dari puncak, dapat dilihat pemandangan kota, perkebunan teh, hutan, serta hamparan sabana yang luas. Pemandangan ini sangat memanjakan mata dan memberikan pengalaman tak terlupakan, terutama bagi pendaki pemula.
Pendaki ke Gunung Lincing wajib mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI), yang bisa didaftarkan secara online melalui web Tahura Raden Soerjo untuk menghindari antrian yang lama. Tarif pendakian adalah 20.000 rupiah per orang, dengan biaya asuransi 10.000 rupiah per orang. Biaya kendaraan roda dua sebesar 5.000 rupiah serta kendaraan roda empat sebesar 10.000 rupiah. Ada juga fasilitas tambahan seperti ojek pickup, sewa loker, dan kamar mandi air hangat.
Bukit Lincing juga dikenal sebagai spot terbaik untuk menikmati sunrise di Gunung Arjuno tanpa harus mendaki sampai puncak. Pendaki yang ingin menikmati sunrise disarankan untuk naik sejak tengah malam dan membawa peralatan seperti tenda, matras, kompor, dan logistik makanan. Selain pemandangan sunrise yang indah, camping malam hari di Bukit Lincing juga menawarkan pemandangan kelap-kelip lampu kota yang menenangkan.