Dua Jenis Aktivitas Fisik yang Direkomendasikan untuk Atasi Kelelahan Mental Pada Perempuan
- pixabay
Surabaya, WISATA – Perempuan masa kini kerap memikul dua tanggung jawab besar sekaligus: berkarier di ranah profesional dan mengelola urusan domestik di rumah. Kombinasi keduanya tak jarang melahirkan tekanan berlapis—target pekerjaan yang menuntut ketepatan waktu berpadu dengan tanggung jawab keluarga yang tak pernah benar-benar usai. Akibatnya, banyak perempuan mengalami kelelahan mental berkepanjangan, pikiran terasa penuh, dan sulit menemukan waktu untuk benar-benar beristirahat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Prof. Dr. Noortje Anita Kumaat, M.Kes., Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) di Universitas Negeri Surabaya. Dalam pidato pengukuhan guru besarnya di Graha Sawunggaling pada awal Februari 2026, ia memaparkan hasil riset yang menyoroti pentingnya aktivitas fisik sebagai strategi menjaga kesehatan mental perempuan pekerja.
Melalui penelitian bertajuk “Performa Senam sebagai Strategi Peningkatan Produktivitas Wanita Pekerja Modern”, ia melibatkan 159 perempuan pekerja di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga dapat berperan sebagai “apotek alami” yang efektif membantu menurunkan stres sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan produktivitas.
Dua jenis latihan yang direkomendasikan dalam penelitian tersebut adalah yoga dan zumba. Keduanya dinilai memiliki pendekatan berbeda, tetapi sama-sama berdampak signifikan terhadap keseimbangan psikologis dan fisik.
Yoga, misalnya, menjadi pilihan bagi perempuan yang membutuhkan ketenangan di tengah padatnya rutinitas. Latihan ini menekankan pengaturan napas (pranayama), kesadaran penuh (mindfulness), dan gerakan tubuh (asana) yang terstruktur. Pendekatan tersebut terbukti membantu menenangkan sistem saraf pusat, menciptakan ruang hening di tengah kebisingan aktivitas sehari-hari. Melalui yoga, perempuan dapat “mengatur ulang” kondisi mentalnya dan menemukan kembali fokus internal yang sempat terpecah.
Di sisi lain, zumba menawarkan pendekatan yang lebih dinamis dan ekspresif. Dengan irama musik yang enerjik dan gerakan yang ritmis, zumba mendorong pelepasan endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati. Atmosfer yang menyenangkan juga membantu perempuan membangun kembali kepercayaan diri, sekaligus mengapresiasi tubuhnya sebagai sumber kekuatan dan kelincahan, bukan semata objek penilaian estetika.
Meski bekerja melalui jalur berbeda—yoga dengan pendekatan menenangkan (calming) dan zumba dengan pendekatan membangkitkan semangat (uplifting)—keduanya terbukti efektif meningkatkan harga diri dalam jangka panjang. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle) menjadi salah satu faktor yang memperburuk kesehatan mental.