DWS Road Race 2026 Blora Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda dan Upaya Tekan Balap Liar
- blorakab.go.id
Blora, WISATA – Upaya serius untuk menekan maraknya balap liar sekaligus mencetak pembalap muda berbakat terus dilakukan oleh Ikatan Motor Indonesia cabang Kabupaten Blora. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menggelar DWS Road Race 2026, sebuah kompetisi balap resmi yang dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan atlet otomotif secara terarah.
Ketua IMI Blora, Adiria, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Blora dari Fraksi Gerindra, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis jangka panjang. Menurutnya, ajang balap ini menjadi wadah resmi bagi generasi muda untuk menyalurkan minat balap secara positif sekaligus membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
DWS Road Race hadir dengan skala yang lebih besar karena menjadi bagian dari seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Pra-Porprov). Sebanyak 37 kelas lomba dipertandingkan, mulai dari kategori pembalap lokal, regional Karesidenan Pati, tingkat provinsi, hingga kelas terbuka nasional. Bahkan, peserta dari luar daerah seperti Bojonegoro dan Tuban juga turut difasilitasi untuk berkompetisi.
Adiria menjelaskan bahwa para juara dari ajang ini akan dibina secara berkelanjutan dan diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Porprov hingga kompetisi profesional nasional. Hal ini diharapkan mampu melahirkan pembalap berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.
Namun demikian, pengembangan olahraga otomotif di Blora masih menghadapi kendala, terutama terkait fasilitas. Berbeda dengan daerah seperti Boyolali, Semarang, dan Banyumas yang telah memiliki sirkuit permanen, Blora masih menggunakan lintasan non-permanen untuk latihan maupun kompetisi. Padahal, potensi pembalap lokal cukup besar, dengan setidaknya enam talenta muda yang dinilai memiliki kemampuan menjanjikan.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, IMI Blora mengusulkan pemanfaatan sejumlah lokasi strategis sebagai sirkuit latihan, termasuk area di sekitar Bandara Ngloram dan kawasan parkir stadion baru. Area tersebut dinilai memiliki kondisi aspal yang memadai untuk mendukung kegiatan latihan rutin.
Selain aspek pembinaan atlet, ajang balap ini juga memberikan dampak ekonomi positif. Tingginya partisipasi masyarakat dari daerah sekitar seperti Pati, Grobogan, dan Rembang turut mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan aktivitas ekonomi lokal.