Taman Ayun Barong Festival, Perpaduan Dua Warisan UNESCO Bali dalam Satu Perayaan

Taman Ayun Barong Festival
Sumber :
  • Indonesia.travel

Bali, WISATA - Sobat Wisata Viva, Bali memang tak pernah kehabisan cara untuk menghadirkan pengalaman budaya yang autentik bagi wisatawan. Kali ini, kawasan wisata Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung akan menjadi panggung bagi Taman Ayun Barong Festival, sebuah perayaan budaya yang mempertemukan dua warisan berharga Pulau Dewata sekaligus, yaitu kemegahan arsitektur Pura Taman Ayun dan kesakralan tradisi Tari Barong. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya sepeser pun.

img_title Noe Letto Ngopi di Festival Kopi Nusantara Bondowoso, Soroti Kekuatan Rasa dan Ekosistem Kopi Lokal

Mengenal Pura Taman Ayun, Warisan Kejayaan Kerajaan Mengwi

Sebelum membahas rangkaian festivalnya, menarik untuk menengok sejarah panjang Pura Taman Ayun sebagai lokasi penyelenggaraan. Menurut catatan Ensiklopedia P2K Universitas STEKOM, pura ini merupakan Pura Paibon atau Pedarman milik Kerajaan Mengwi yang dibangun pada tahun 1634 oleh Raja I Gusti Agung Putu, berfungsi sebagai tempat pemujaan roh leluhur para raja Mengwi sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat pada masa itu. Arsitekturnya yang megah, dikelilingi kolam luas menyerupai parit, menciptakan kesan seolah pura ini mengapung di atas air, menjadikannya salah satu kompleks pura terindah di Bali.

img_title Tari Gelang Ro’om Kenalkan Budaya Perempuan Pesisir Madura di Indonesia Festival Vancouver 2026

Keistimewaan Pura Taman Ayun semakin lengkap setelah UNESCO resmi menetapkannya sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia pada tahun 2012, tergabung dalam kategori Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy. Penetapan ini didasarkan pada peran penting pura sebagai sumber irigasi bagi Subak Mengwi dan Subak Batan Badung, sekaligus cerminan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, yang menjadi jiwa dari sistem pengairan tradisional subak khas Bali.

Tari Barong, Simbol Kebajikan yang Sarat Filosofi

img_title Festival Lembah Baliem Wamena, Saat Simulasi Perang Suku Jadi Simbol Perdamaian Papua

Selain kemegahan Pura Taman Ayun, daya tarik utama festival ini tentu terletak pada tradisi Tari Barong yang telah lama menjadi ikon budaya Bali. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Tari Barong merupakan warisan kebudayaan pra-Hindu yang menggambarkan pertarungan abadi antara kebaikan atau dharma dan keburukan atau adharma, sebuah konsep yang dalam kepercayaan masyarakat Bali dikenal sebagai Rwa Bhineda. Sosok Barong sendiri digambarkan sebagai makhluk mitologis berkaki empat menyerupai singa, berhadapan dengan Rangda, tokoh antagonis yang menjadi representasi kekuatan jahat dalam cerita rakyat Bali.

Halaman Selanjutnya
img_title