Hadapi Potensi Rawan Pangan di Dunia: Saatnya Indonesia Melirik Singkong, Ini Alasannya
- thegorbalsta
Malang, WISATA - Kekhawatiran tentang potensi krisis pangan global semakin meningkat seiring dengan perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan ketidakstabilan politik di berbagai belahan dunia. Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengatasi potensi rawan pangan dengan melirik salah satu komoditas lokal yang sering terlupakan: singkong.
Singkong: Tanaman Serbaguna yang Tahan Banting
Singkong (Manihot esculenta) adalah tanaman umbi-umbian yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem. Singkong dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kurang subur dan memerlukan sedikit perawatan dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya seperti padi atau gandum. Selain itu, singkong juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kekeringan, sehingga sangat cocok untuk ditanam di berbagai daerah di Indonesia.
Produksi dan Konsumsi Singkong di Indonesia
Indonesia adalah salah satu produsen singkong terbesar di dunia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi singkong Indonesia pada tahun 2021 mencapai sekitar 19,6 juta ton. Meskipun demikian, singkong sering kali hanya dipandang sebagai makanan alternatif dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan utama.
Singkong memiliki potensi besar untuk dijadikan makanan pokok, mengingat kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di beberapa daerah, singkong telah lama menjadi sumber pangan utama, seperti di Lampung dan Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih bisa ditingkatkan lebih lanjut untuk mengatasi potensi krisis pangan di masa depan.
Keunggulan Singkong sebagai Solusi Pangan