UNDIP dan Pertamina Resmi Buka Program Profesi Insinyur bagi 300 Perwira Terpilih
- UNDIP.ac.id
Investasi Jangka Panjang bagi Pengembangan Talenta
Direktur SDM PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, M.B.A., C.R.P., turut menyampaikan apresiasinya atas standar kualitas seleksi akademik yang diterapkan UNDIP dalam menjaring calon mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan yang luas perlu dilegalisasi dan disetarakan dengan standar profesi internasional, sekaligus menjadi investasi penting dalam pilar pengembangan talenta atau talent development Pertamina. Langkah ini diyakini dapat memperkuat jalur karier spesialis di perusahaan agar sejajar, bahkan berpotensi melampaui jalur karier manajerial pada umumnya.
Komitmen UNDIP Menjadi Mitra Strategis Industri
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan komitmen kampusnya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia bangsa melalui sinergi bersama dunia industri. Ia menyampaikan bahwa UNDIP tidak ingin sekadar menjadi menara gading, sebab riset dan inovasi dari kampus perlu berkolaborasi langsung dengan mitra industri seperti Pertamina. Melalui program PSPPI ini, UNDIP berharap dapat mencetak insinyur-insinyur unggul yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.
Pembekalan Materi dari Ketua Umum PII
Selain seremoni penandatanganan, para peserta turut menerima pembekalan materi dalam sesi berbagi pengalaman keinsinyuran yang dibawakan oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, M.B.A., IPU., ASEAN Eng. Materi inspiratif mengenai dinamika bidang keinsinyuran tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan program PSPPI UNDIP yang dipaparkan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Jamari, mencakup tata kelola akademik, kurikulum, hingga mekanisme pembelajaran yang akan dijalani para peserta selama masa pendidikan.
Bukan Program Baru bagi UNDIP
Kerja sama dengan Pertamina ini melengkapi rekam jejak PSPPI UNDIP yang sebelumnya juga menjalin kemitraan serupa dengan sejumlah instansi lain, termasuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan. Pola kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa skema RPL semakin banyak dilirik oleh perusahaan dan lembaga negara sebagai jalur mempercepat sertifikasi profesional bagi tenaga kerja berpengalaman, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dunia kerja, bukan sekadar lembaga pendidikan yang berjarak dari kebutuhan industri.