Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berpotensi Dongkrak Permintaan Telur, Peternak Sambut dengan Optimisme
- IG/bigfarm._
Jakarta, WISATA – Kebijakan pemerintah yang berencana memasukkan telur sebagai salah satu menu rutin dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut positif oleh kalangan peternak ayam petelur. Di tengah tantangan harga telur yang fluktuatif dan tingginya biaya produksi, program tersebut dinilai dapat menjadi angin segar bagi keberlangsungan usaha peternakan nasional.
Selama beberapa bulan terakhir, banyak peternak menghadapi kondisi yang tidak ideal. Harga telur di tingkat peternak kerap bergerak di bawah biaya produksi, sementara harga pakan ternak dan kebutuhan operasional lainnya masih relatif tinggi. Situasi ini membuat margin keuntungan semakin menipis, bahkan tidak sedikit peternak yang harus menanggung kerugian setiap hari.
Menurut sejumlah pelaku usaha peternakan, ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Ketika harga telur turun terlalu rendah, pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk pakan, perawatan ayam, tenaga kerja, hingga kebutuhan operasional kandang.
Dalam kondisi tersebut, rencana pemerintah menjadikan telur sebagai bagian penting dari Program Makan Bergizi Gratis dinilai dapat membantu menciptakan pasar yang lebih stabil. Program yang menyasar jutaan penerima manfaat ini berpotensi meningkatkan kebutuhan telur dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Meningkatnya permintaan dari program pemerintah diyakini dapat membantu menyerap hasil produksi peternak yang selama ini terkadang mengalami kelebihan pasokan. Dengan penyerapan yang lebih baik, harga telur di tingkat peternak diharapkan menjadi lebih stabil dan memberikan kepastian usaha bagi para pelaku peternakan.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, penggunaan telur dalam program MBG juga memiliki nilai strategis dari sisi gizi. Telur dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi, mudah diperoleh, dan relatif terjangkau dibandingkan berbagai sumber protein lainnya. Kandungan protein, vitamin, dan mineral dalam telur menjadikannya salah satu bahan pangan yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan masyarakat.
Meski demikian, para peternak berharap implementasi kebijakan ini dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kepastian pasar menjadi faktor penting agar peternak dapat merencanakan produksi dengan lebih baik, menjaga populasi ayam petelur, serta meningkatkan investasi di sektor peternakan.