Kawista Ngegong Madiun Resmi Diluncurkan, Hadirkan Wisata Edukasi dan Program Sahabat Tani Cilik untuk Generasi Muda
- madiunkota.go.id
Madiun, WISATA – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan Kawasan Wisata Kelurahan (Kawista). Salah satu langkah terbaru diwujudkan dengan pelaksanaan soft launching Kawista Ngegong sekaligus peluncuran program Sahabat Tani Cilik yang berlangsung di Jalan Kapri, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kamis (2/7). Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi pengembangan destinasi wisata edukasi di Kota Madiun. Kawista Ngegong tidak hanya menawarkan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan berbagai program pembelajaran yang menyasar anak-anak hingga masyarakat umum. Konsep tersebut diharapkan mampu menggabungkan unsur wisata, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kawasan.
Dalam sambutannya, Plt Wali Kota F. Bagus Panuntun memberikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Ngegong yang mampu menghadirkan inovasi melalui pengembangan Kawista. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi modal utama bagi kemajuan sektor pariwisata di Kota Madiun yang selama ini lebih mengandalkan kreativitas daripada kekayaan alam.
Ia menjelaskan bahwa Kota Madiun memang tidak memiliki destinasi wisata alam seperti pantai, pegunungan, atau danau. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan wisata buatan yang lahir dari ide-ide kreatif masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong setiap kelurahan menggali potensi lokal yang dimiliki agar mampu menjadi daya tarik wisata baru.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan dalam peluncuran tersebut adalah Sahabat Tani Cilik. Program ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal dunia pertanian secara langsung. Melalui berbagai aktivitas praktik di lapangan, peserta diajak memahami proses bercocok tanam, mengenal lingkungan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Menurut Bagus Panuntun, pembelajaran seperti ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Selain menambah pengetahuan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter anak yang mandiri, peduli lingkungan, dan menghargai profesi petani.