Inovasi Medis Berbasis Riset Genetika yang Membanggakan dari Universitas Diponegoro
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA - Menjelajahi Kota Semarang memang tidak pernah membosankan bagi para pelancong yang mengagumi perpaduan keindahan arsitektur kolonial dan denyut modernitas kota pesisir. Namun, pesona ibu kota Jawa Barat ini tidak hanya terletak pada wisata sejarah Lawang Sewu yang megah atau eksotisme kuliner lumpianya yang menggoda selera. Jika Sobat Wisata Viva melayangkan pandangan ke arah perbukitan selatan di kawasan Tembalang, Anda akan menemukan sebuah episentrum intelektual yang tidak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, melainkan juga menjadi motor penggerak transformasi dunia medis nasional. Tempat tersebut adalah Universitas Diponegoro, sebuah kampus hijau yang kini tengah bertransformasi menjadi pusat destinasi wisata edukasi sains (science edu-tourism) berkelas dunia melalui berbagai terobosan di bidang genetika manusia.
Perkembangan ilmu genetika di era modern saat ini sudah tidak lagi sebatas membahas teori hukum pewarisan sifat tanaman di dalam buku teks sekolah. Sains ini telah menjelma menjadi fondasi paling krusial bagi peradaban manusia dalam memahami mekanisme kerja organ tubuh secara mendalam, memetakan risiko penyakit bawaan sejak usia dini, hingga menentukan langkah terapi pengobatan presisi yang paling tepat untuk setiap individu. Mengambil peran aktif di garda terdepan, Fakultas Kedokteran kampus legendaris ini secara konsisten melahirkan riset inovatif dan layanan kesehatan mutakhir berbasis genomik yang berorientasi pada nilai kemanusiaan demi mendongkrak kualitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih baik.
Pelopor Konseling Genetik Pertama di Nusantara dan Hidupnya InaSHG
Perjalanan panjang kampus ini dalam merintis fondasi keilmuan genetika di tanah air sesungguhnya telah diukir sejak puluhan tahun lalu melalui dedikasi para guru besarnya yang visioner. Salah satu tonggak sejarah yang paling membanggakan terjadi pada tahun 2007, di mana Fakultas Kedokteran UNDIP resmi menjadi pelopor sekaligus pencetus program studi Magister Konseling Genetika pertama dan satu-satunya di Indonesia pada masa itu. Langkah berani ini melahirkan jajaran konselor genetika profesional yang bertugas mendampingi para pasien secara komprehensif dalam memahami struktur informasi cetak biru (blueprint) tubuh manusia berupa Deoxyribonucleic Acid atau DNA, sehingga mereka dapat mengantisipasi risiko medis sebelum mengambil tindakan klinis yang berat.