Mengintip Terobosan Inovatif Pemuliaan Genetik Ayam Kedu Petelur Unggulan Universitas Diponegoro

Dosen UNDIP Presentasikan Riset Genetik Ayam Kedu Petelur di World’s Poultry Congress 2026
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang mengagumi dunia petualangan, perjalanan mengeksplorasi kekayaan suatu daerah tidak melulu harus dinikmati melalui lanskap wisata alamnya yang memukau. Terkadang, keunikan suatu wilayah justru terpancar kuat dari kekayaan hayati endemik yang menjadi identitas budaya masyarakatnya. Salah satu wilayah di Jawa Tengah yang menyimpan mutiara hayati tersembunyi tersebut adalah kawasan Temanggung yang sejuk. Di sana, terdapat sejenis unggas lokal eksotis berbulu hitam legam bernama ayam kedu. Siapa yang menyangka bahwa unggas tradisional khas pedesaan ini kini berhasil melanglang buana menyeberangi Samudra Atlantik untuk unjuk gigi di tengah komunitas ilmiah global.

img_title Rahasia Ternak Ayam Cuan Melimpah di Jawa Tengah: Teknologi eBro Bikin Kandang Pintar dan Hasil Hemat Ongkos!

Prestasi berskala internasional ini berhasil ditorehkan oleh salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di Semarang, yaitu Universitas Diponegoro. Melalui riset unggulan yang digawangi oleh akademisi dari Fakultas Peternakan dan Pertanian atau FPP, profil keunggulan hayati Indonesia ini dipresentasikan secara memikat di hadapan ribuan pasang mata ilmuwan dunia. Kehadiran delegasi kampus ini tidak hanya membawa misi akademik semata, melainkan juga bertindak sebagai duta budaya yang memperkenalkan keunikan komoditas lokal asli Nusantara agar diakui di panggung sains dunia.

Diplomasi Sains di Toronto dan Potensi Besar Komoditas Plasma Nutfah

img_title Ayam Iloni, Ayam Bakar Berbumbu Santan Khas Gorontalo Utara yang Bikin Nagih

Latar belakang panggung megah tempat diperkenalkannya unggas eksotis ini berada di Metro Toronto Convention Centre, kota Toronto, Kanada. Dalam ajang bergengsi World’s Poultry Congress atau WPC 2026 yang berlangsung pada pertengahan bulan Juli, hasil penelitian komprehensif mengenai ayam kedu petelur dipaparkan secara detail. Kongres unggas internasional ini merupakan salah satu forum ilmiah paling elit di dunia perunggasan yang mempertemukan para peneliti senior, praktisi industri makro, serta pemangku kebijakan global dari berbagai belahan benua untuk saling bertukar pemikiran teknologi peternakan paling mutakhir.

Di tengah ketatnya seleksi riset dunia, penelitian dari kampus Semarang ini berfokus penuh pada strategi peningkatan kualitas genetik ayam kedu petelur yang dikategorikan sebagai plasma nutfah berharga milik Indonesia. Selama ini, ayam kedu lebih banyak dikenal masyarakat awam sebagai pelengkap ritual adat atau sekadar ayam hias semata karena seluruh bagian tubuhnya yang berwarna hitam. Namun, melalui pendekatan teknologi genetika molekuler, para peneliti berhasil menguak potensi tersembunyi di balik performa reproduksi unggas ini. Kajian mendalam terhadap variasi genetik molekuler ini membuka jalan baru untuk melakukan proses seleksi bibit ayam lokal yang jauh lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Nasi Ayam Pontianak, Sepiring Nasi Hainan yang Namanya Berasal dari Ayam Wenchang Tiongkok