Kemeriahan Haflah Miladiyah ke-47 MTs Assalam Salem, Refleksi Spiritualitas di Balik Pesona Alam Brebes
- Handoko/Wisata
Brebes, WISATA - Kecamatan Salem yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Brebes memang selalu punya cara tersendiri untuk memikat hati. Dikenal dengan bentang alamnya yang berbukit-bukit, udara sejuk yang menyelimuti kawasan ini sering kali membuat siapa saja merasa sedang berada di daerah tujuan wisata tersembunyi. Di tengah lanskap geografis yang menawan tersebut, sebuah momen sarat nilai spiritual dan historis baru saja bergelora. Lembaga pendidikan terkemuka di kawasan tersebut, MTs Assalam Salem, resmi merayakan hari jadinya yang ke-47 melalui gelaran haflah miladiyah.
Suasana pagi di lapangan madrasah tampak begitu berbeda dari hari biasanya. Ratusan murid yang mengenakan seragam pramuka lengkap tampak duduk dengan rapi di atas hamparan terpal dan sejadah. Di bawah langit cerah yang dibingkai oleh pepohonan rindang di sekitar sekolah, riuh rendah suara anak-anak seketika berganti menjadi lantunan doa yang khidmat saat rangkaian acara dimulai. Perayaan ulang tahun ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi menjelma menjadi refleksi rasa syukur atas perjalanan panjang dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
Haflah Miladiyah ke-47 MTs Assalam Salem
- Handoko/Wisata
Tradisi Istigasah dan Doa Bersama di Ruang Terbuka
Sebagai madrasah yang memegang teguh nilai-nilai keislaman, inti dari perayaan hari lahir kali ini difokuskan pada kegiatan rohani. Di bawah sebuah tenda posko berwarna biru yang berdiri di tepi lapangan, jajaran pengurus, guru, dan para pemuka duduk bersila memimpin jalannya istigasah serta doa bersama. Seluruh murid dan warga madrasah larut dalam zikir yang menggema, menciptakan perpaduan atmosfer religi yang kental dengan ketenangan alam pedesaan khas Salem.
Langkah menempatkan pusat perayaan di lapangan terbuka ini memberikan kesan yang sangat menyegarkan. Pancaran sinar matahari pagi yang hangat serta embusan angin perbukitan menemani kekhusyukan doa-doa yang dipanjatkan. Pola perayaan seperti ini menonjolkan bagaimana institusi pendidikan berbasis agama mampu menyelaraskan prosesi formal dengan keindahan lingkungan sekitar, sebuah konsep yang jamak ditemui pada destinasi wisata religi modern.
Bagi para siswa, berkumpul bersama dalam ikatan spiritual di ruang terbuka terbukti memicu rasa kebersamaan yang mendalam. Tidak ada sekat pembatas yang kaku; semuanya membaur dalam satu saf yang sama untuk mendoakan keberkahan bagi masa depan madrasah tercinta. Tradisi komunal ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga eksistensi nilai budaya bangsa yang melekat pada identitas sekolah.