“A Prince Never Lacks Legitimate Reasons to Break His Promise” – Fleksibilitas dalam Kepemimpinan Menurut Machiavelli

Niccolò Machiavelli (1469–1527)
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

o    Contoh: Protes massal di Prancis akibat perubahan kebijakan pensiun yang bertentangan dengan janji sebelumnya.

Jangan Takut Akan Perubahan, Sebab Perubahan Adalah Bagian dari Alam Semesta yang Selalu Bergerak Maju

3.     Potensi Manipulasi dan Penyalahgunaan Kekuasaan

o    Jika terlalu sering digunakan, alasan “demi kepentingan lebih besar” bisa menjadi dalih untuk tindakan yang tidak etis.

Warisan Hegel: Pengaruh Dialektika Idealisme dalam Pemikiran Filsafat dan Politik

o    Contoh: Pemimpin otoriter sering menggunakan alasan keadaan darurat untuk memperpanjang masa jabatan atau menghindari pertanggungjawaban.

III. Relevansi dalam Kepemimpinan Modern

Ketahanan Mental di Situasi Ekstrem: Pelajaran Stoicisme dari James Stockdale

Di era digital dan transparansi tinggi, pemimpin modern tidak bisa sembarangan mengingkari janji tanpa dampak. Fleksibilitas tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan komunikasi yang transparan dan akuntabilitas.

1. Politik dan Pemerintahan

  • Pemimpin politik harus mampu menyesuaikan kebijakan dengan perubahan global, tetapi tetap menjaga kepercayaan rakyat.
  • Contoh:
    • Joe Biden mengubah kebijakan energi setelah melihat dampak geopolitik Rusia-Ukraina.
    • Presiden Jokowi menyesuaikan kebijakan infrastruktur setelah pandemi COVID-19.
Halaman Selanjutnya
img_title