Rumi: "Setiap waktu yang berlalu tanpa cinta adalah waktu yang hilang,"

Jalaludin Rumi (ilustrasi)
Sumber :
  • Image Creator/Handoko

Jakarta, WISATA - Jalaluddin Rumi, seorang sufi besar dari abad ke-13, dikenal dengan ajaran dan puisinya yang mendalam tentang cinta. Salah satu kutipan terkenalnya, "Setiap waktu yang berlalu tanpa cinta adalah waktu yang hilang," mengingatkan kita akan pentingnya cinta dalam kehidupan kita. Bagi Rumi, cinta bukan hanya perasaan romantis, tetapi esensi yang memberi makna dan tujuan dalam hidup.

Mengatasi Kekosongan Jiwa: Pelajaran Berharga dari Rumi

Cinta sebagai Esensi Kehidupan

Dalam pandangan Rumi, cinta adalah kekuatan yang menggerakkan alam semesta. Ia melihat cinta sebagai jembatan yang menghubungkan jiwa-jiwa, membawa kedamaian dan kebahagiaan. Tanpa cinta, hidup terasa hampa dan kehilangan arah. Rumi mengajak kita untuk mengisi setiap detik dengan cinta, karena hanya dengan cinta kita dapat merasakan makna sejati dari kehidupan.

Bulan Tetap Terang di Malam Gelap: Inspirasi dari Jalaluddin Rumi untuk Menghadapi Hidup

Relevansi Ajaran Rumi di Era Modern

Di era modern ini, banyak orang terjebak dalam rutinitas dan pencarian materi, sering kali melupakan pentingnya cinta dalam hidup mereka. Tekanan pekerjaan, teknologi, dan gaya hidup serba cepat dapat membuat kita lupa untuk mencintai diri sendiri dan orang lain. Namun, ajaran Rumi tetap relevan sebagai pengingat bahwa cinta adalah inti dari kehidupan yang bermakna.

Kekasih Sejati Adalah Tuhan: Apa yang Rumi Ajarkan tentang Cinta Abadi?

Dampak Positif Cinta dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengintegrasikan cinta dalam kehidupan sehari-hari dapat membawa berbagai manfaat, antara lain:

Halaman Selanjutnya
img_title