Tidak Ada yang Lebih Tua dari Tuhan, Karena Ia Tidak Pernah Lahir: Thales tentang Kekuatan Ilahi
- Image Creator/handoko
Jakarta, WISATA - Thales dari Miletus dikenal sebagai bapak filsafat rasional, tetapi ia juga mengakui keberadaan kekuatan ilahi dalam struktur alam semesta. Pernyataannya, "Tidak ada yang lebih tua dari Tuhan, karena Ia tidak pernah lahir," mencerminkan pemikirannya yang mendalam tentang hubungan antara alam semesta dan prinsip ketuhanan. Bagaimana seorang filsuf yang begitu ilmiah dapat tetap mengakui kekuatan spiritual?
Kepercayaan Thales tentang Kekuatan Ilahi
Meskipun dikenal sebagai seorang rasionalis, Thales tidak sepenuhnya menolak konsep spiritualitas. Baginya, Tuhan adalah kekuatan yang tak terhingga yang menopang segala sesuatu di alam semesta. Ia percaya bahwa alam semesta memiliki jiwa dan bahwa setiap elemen di dalamnya, termasuk air sebagai elemen utama, memiliki hubungan dengan yang ilahi.
1. Tuhan sebagai Awal Segala Sesuatu
Pernyataan Thales mencerminkan keyakinannya bahwa Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada. Ia melihat kekuatan ilahi ini tidak terikat pada waktu atau tempat, melainkan sebagai entitas yang abadi.
2. Ketuhanan dalam Struktur Alam Semesta
Dalam pandangan Thales, keberadaan Tuhan tercermin dalam keteraturan alam. Hujan, banjir, atau gempa bumi bukanlah hasil dari kemarahan dewa seperti yang dipercaya masyarakat pada masa itu, tetapi manifestasi dari hukum alam yang memiliki asal usul ilahi.
Thales dan Perpaduan Antara Logika dan Spiritualitas
Pandangan Thales menjadi jembatan antara pendekatan rasional dan spiritual. Ia menunjukkan bahwa logika dan kepercayaan pada kekuatan ilahi dapat berjalan seiring. Hal ini terlihat dalam caranya menjelaskan fenomena alam secara ilmiah, tetapi tetap menghormati peran kekuatan supranatural dalam menciptakan alam semesta.
Relevansi di Era Modern
Dalam dunia yang semakin mengedepankan sains, ajaran Thales mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara logika dan spiritualitas. Pendekatan ini relevan dalam isu-isu besar seperti perubahan iklim, di mana ilmu pengetahuan perlu dilengkapi dengan etika dan penghormatan terhadap alam.
Keseimbangan yang Menginspirasi
Pernyataan Thales tentang Tuhan sebagai yang abadi mengajarkan bahwa meskipun kita maju dalam ilmu pengetahuan, kita tetap perlu menghormati dimensi spiritual dari keberadaan kita. Filosofi Thales mengundang manusia untuk memahami alam semesta dengan akal dan hati, menciptakan harmoni antara logika dan iman.